Para netter keberatan lagu kemerdekaan Amerika dinyanyikan dalam bahasa asing dan menampilkan imigran serta pasangan gay.
- Tim WowKeren
- Selasa, 04 Februari 2014 - 10:40 WIB
WowKeren - Super Bowl telah selesai diselenggarakan dengan meriah pada 2 Februari kemarin. Salah satu produk yang beriklan di sana adalah Coca Cola. Namun ternyata iklan tersebut akhirnya menuai kontroversi publik.
Iklan yang ditampilkan saat jeda istirahat pertandingan itu berjudul "Beautiful". Dalam video berdurasi 1 menit tersebut menampilkan berbagai etnis yang ada di Amerika. Lagu pengiring, "America The Beautiful," juga dinyanyikan dalam berbagai bahasa yang digunakan di seluruh Amerika.
Para penonton tampaknya terkejut melihat iklan tersebut menampilkan warga Amerika yang dikenal sebagai golongan imigran. Ada orang China, orang berwajah Timur Tengah, wanita berkerudung hingga pasangan gay yang memiliki anak perempuan. Tak ayal, iklan itu menuai berbagai respon dari para netizen di media sosial.
Banyak netizen yang mengaku merasa terganggu dengan penggunaan bahasa selain Inggris untuk menyanyikan lagu kebanggaan Amerika. Twitter pun dibanjiri kampanye "We speak ENGLISH here, IDIOTS" karena hal itu. Tak sedikit yang mengancam tidak akan meminum Coca Cola lagi setelah menyaksikan iklan tersebut.
"Aku tidak paham dengan lagu yang mereka nyanyikan. Maaf, aku hanya bisa bicara bahasa Inggris," tulis Todd Starnes, pembaca berita Fox News. "Jadi Coca-Cola bilang Amerika itu indah karena imigran baru tidak belajar bicara bahasa Inggris."
"Menurutku, 'Kenapa kamu malah membedakan kami secara politis?'," ucap penyiar radio Glenn Beck. "Karena di iklan ini memberikan kesan jika kamu tak suka itu artinya kamu merasa dipojokkan. Tapi jika kamu menyukainya berarti kamu imigran. Itulah yang terjadi: memecah belah orang-orang."
"Tolong ya Coca Cola, jangan nyanyikan lagu kemerdekaan kami dalam bahasa asing," tulis seorang netter. "Indah sekali ya lagu Amerika dinyanyikan dalam bahasa teroris," imbuh lainnya.
Namun tak melulu kritikan tajam, ada juga netter yang tidak masalah dengan iklan tersebut. "Kenapa negara liberal mempermasalahkan hal seperti ini?" tulis salah satu netter. "Semua orang komplain iklan Coca Cola. Apakah aku tinggal di era 60-an sekarang?"
Amerika memiliki populasi 320 juta penduduk dengan 17 persennya adalah Latin dan Hispanik, sedangkan 13 persen berkulit hitam. Super Bowl sendiri merupakan tontonan tahunan yang paling menyedot perhatian dengan jumlah 108 juta penonton televisi. Tak heran, iklan yang tayang saat jeda Super Bowl langsung jadi perhatian seluruh Amerika.
Inilah iklan Coca Cola di Super Bowl:
(wk/)