Sektor ganda campuran dinilai punya peluang sedangkan pemain tunggal putra, Jonatan Christie, mendapat kritikan keras.
- Tim WowKeren
- Senin, 24 Februari 2014 - 11:11 WIB
WowKeren - April mendatang, PBSI akan mengirimkan wakil di Kejuaraan Dunia Junior di Malaysia. Sayangnya, Indonesia perlu mengevaluasi diri setelah hanya meraih satu medali (perunggu) di nomor ganda campuran yang diwakili Muhammad Rian Ardianto dan Zakia Ulfa di Asia Junior Championship 2014.
Duo pemain muda tersebut sempat lolos ke semifinal setelah menaklukkan unggulan keempat dari Malaysia, Chue Khek Wei/Peck Yen Wei, 21-11 dan 21-14. Sayangnya mereka terhenti di perebutan tiket final ketika menghadapi unggulan kedua Korea, Kim Jung Ho/Kong Hee Yong, dengan skor 17-21, 21-15 dan 5-21.
"Rian dan Ulfa secara individu sudah punya kualitas, ketika disatukan sebagai pasangan, mereka cocok," kata pelatih ganda campuran, Enroe Suryanto, yang menganggap Rian-Ulfa layak dijagokan di Kejuaraan Dunia Junior 2014. "Pasangan ini punya mental bertanding yang bagus, penempatan bola mereka juga menyulitkan lawan."
Sementara itu, Jonatan Christie, yang merupakan pemain peringkat dua dunia junior mendapat kritik keras. Pasalnya, Jonatan yang akan dijagokan di Kejuaraan Dunia Junior malah tersingkir di babak 8 besar.
"Kekalahan Jonatan memang sangat disayangkan. Sebetulnya lawan tidak istimewa. Buktinya Jonatan bisa menang mudah di set pertama," keluh Imam Tohari, pelatih tunggal putra, Minggu (23/2). "Kekalahan Jonatan sepenuhnya disebabkan oleh faktor nonteknis. Ini menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan sebelum World Junior Championships 2014. Jika mau meraih gelar juara di WJC, Jonatan tidak bisa tampil seperti ini lagi. Dia harus berubah."
(wk/)