Para pengamat mengapresiasi langkah KPI untuk menghentikan sementara kedua program tersebut agar tidak disalahgunakan sebagai media kampanye politik.
- Tim WowKeren
- Senin, 24 Februari 2014 - 11:38 WIB
WowKeren - Setelah mendapatkan dua surat teguran bernomor 104/K/KPI/01/14 dan 103/K/KPI/01/14, kali ini program "Kuis Kebangsaan" dan "Indonesia Cerdas" mendapat tindakan tegas dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Kedua program tersebut harus dihentikan sementara karena masih menyiarkan isi siaran yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Para pengamat juga ikut mendukung langkah KPI tersebut.
Amir Effendi Siregar, selaku Direktur Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media) turut mendukung penghentian sementara kedua acara itu. "Keputusan itu bagus. Saya harus apresiasi KPI dalam hal ini. Saya mengikuti siaran kedua kuis itu dan memang seharusnya dihentikan sampai mereka memperbaiki konten siarannya," ungkapnya.
Sebuah dukungan juga dilontarkan oleh salah satu Dosen Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Gun Gun Heryanto. "Putusan KPI ini saya apresiasi. Kedua acara kuis itu memang harus diingatkan, meskipun makna kampanye politik di dunia penyiaran masih bersifat abu-abu. Tapi kenyataannya publik terganggu dan KPI melakukan teguran hingga penghentian sementara," jelasnya.
KPI memberikan surat penghentian sementara kedua acara tersebut pada, Kamis (20/2), berdasarkan sidang khusus yang digelar. Dalam surat bernomor 311/K/KPI/02/14 dan 310/K/KPI/02/14 tersebut tertulis bahwa KPI akan melakukan penghentian sementara sejak tanggal 21 Februari 2014 sampai dilakukan adanya perubahan pada program tersebut.
KPI menginginkan agar "Kuis Kebangsaan" dan "Indonesia Cerdas" mengubah konten serta menghilangkan tagline kampanye calon presiden dan calon wakil presiden Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo. Program Kuis Kebangsaan sendiri tayang di stasiun RCTI setiap hari pukul 09:30 WIB, sedangkan "Indonesia Cerdas" tayang di stasiun Global TV setiap hari pukul 13:00 WIB.
(wk/)