Hampir 50 ribu warga Riau tercatat menderita penyakit ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit serta gangguan sel otak.
- Tim WowKeren
- Jumat, 14 Maret 2014 - 08:45 WIB
WowKeren - Kabut asap akibat kebakaran hutan di Provinsi Riau yang berlangsung sejak bulan lalu semakin melumpuhkan berbagai aktivitas warga. Pekatnya asap yang sudah masuk kategori berbahaya juga beresiko mengancam kesehatan puluhan ribu warga.
Bencana ini diperkirakan membuat hampir 50 ribu warga di Provinsi Riau dan sekitarnya terserang berbagai penyakit pernafasan. Tak hanya itu saja, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga mengkhawatirkan udara tidak sehat dari kabut asap ini bisa menyebabkan gangguan otak pada anak-anak.
"Kondisi kualitas udara sudah pada level berbahaya di sebagian besar daerah Riau," ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti dilansir dari Tribun News. "Sebanyak 49591 jiwa menderita penyakit akibat asap seperti ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit."
"Kalau masyarakat khususnya anak-anak masih berkeliaran, Riau akan kehilangan generasi penerus untuk 15 sampai 20 tahun mendatang," imbuh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Laura Paulina. "Generasi yang ada otaknya lemah karena pertumbuhan terganggu oleh kabut asap."
Akibat asap pekat ini berbagai aktivitas warga lumpuh total seperti kegiatan belajar mengajar harus diliburkan. Tak hanya itu saja, arus transportasi melalui udara dan laut juga harus dihentikan akibat jarak pandang yang hanya bisa terlihat kurang dari 10 meter. Bahkan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru terpaksa harus ditutup selama tiga hari mulai tanggal 13-15 Maret 2014.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mengambil tindakan sigap untuk mengatasi bencana alam yang meresahkan ini. Pihaknya memberi tenggang waktu dua hari kepada para menteri dan pejabat pemerintahan setempat untuk segera melakukan operasi tanggap darurat.
"Malam ini saya telah instruksikan para menteri terkait segera lakukan operasi tanggap darurat dengan gunakan semua cara dan alat," tulis SBY dalam akun Twitternya, Kamis (13/3) malam. "Saya juga ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk cegah dan tangani asap ini. Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau & para Menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan & pengendalian akan saya ambil alih."
Hingga saat ini, Polda Riau telah menetapkan 40 orang tersangka terkait kebakaran hutan di provinsi Riau. Salah satunya adalah PT NSP di kabupaten Meranti. Kabut asap ini juga menyerang berbagai provinsi lain di luar Riau seperti provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi.
(wk/)