Pria Buta Warna Tanam Antena Khusus di Kepala untuk Bantu Penglihatan
Nasional

Antena ini memiliki cara kerja menangkap frekuensi warna dari benda yang dilihat lalu diubah menjadi getaran suara yang bisa didengar.

WowKeren - Menjadi buta warna memang bukan keinginan setiap orang. Namun pria ini tidak berkecil hati meskipun terlahir sebagai penderita buta warna. Ia berusaha mengubah kekurangannya tersebut dengan menciptakan sebuah alat untuk membantunya mengenali warna.

Neil Harbisson menghabiskan waktu selama 10 tahun berkeliling dunia untuk mengenali warna-warna di sekelilingnya. Ia kemudian bertemu dengan ilmuwan komputer bernama Adam Montandon pada 2003. Adam menawarkan Neil untuk bekerjasama membuat alat bantu bagi penderita buta warna.

Alat ini berbentuk antena dengan memanfaatkan gelombang elektronik yang berguna untuk menangkap frekuensi warna. Frekuensi ini kemudian diproses menjadi getaran suara sehingga bisa didengar oleh Neil. Dengan begitu, pria berusia 31 tahun ini bisa mengetahui warna di depannya melalui getar suara yang dipancarkan melalui antena yang dipasang di kepalanya.


"Dulu aku hanya bisa melihat langit, bunga dan televisi berwarna abu-abu," ungkap Neil. "Aku mulai memakai alat ini sejak berusia 21 tahun, sejak saat itu aku bisa mendengar warna dan merasa seperti manusia normal lainnya, ini menyenangkan."

Sebelumnya alat tersebut hanya dipasang di bagian luar tubuhnya. Namun setelah lama memakai, Neil merasa bahwa alat itu sudah mulai menyatu dengan otaknya. Ia kemudian meminta seorang dokter untuk menanamkan antena tersebut ke dalam otaknya secara permanen.

Kini Neil hidup dengan memakai antena cyborg yang berbentuk seperti tabung panjang dan ditanam di belakang otaknya. Antenna tersebut memiliki kamera di ujungnya yang berfungsi untuk menangkap warna. Sedangkan di ujung lainnya terdapat input audio yang berguna untuk mengubah frekuensi warna menjadi getar suara.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!