Analis berpendapat bahwa spesifikasi yang masih sama dan harga yang tetap mahal dinilai tak akan memberikan keuntungan bagi Apple.
- Tim WowKeren
- Kamis, 20 Maret 2014 - 11:23 WIB
WowKeren - Apple baru saja merilis iPhone 5C versi baru yakni 8 GB. Namun sayangnya keputusan perusahaan pimpinan Tim Cook ini dinilai kurang tepat oleh beberapa analis karena tak akan mendatangkan keuntungan yang lebih bagi pendapatan Apple.
Salah seorang analis bernama Gene Munster mengungkapkan rasa skeptisnya terhadap produk terbaru Apple ini. Menurutnya, iPhone 5C tak akan menyumbang keuntungan bagi pendapatan Apple kuartal Juni karena tidak memiliki perubahan yang cukup berarti dari iPhone 5 sebelumnya. Selain itu target pemasaran yang mencakup wilayah Eropa saja dinilai cukup aneh mengingat konsumen Apple mayoritas berada di negara asalnya, Amerika Serikat.
"Mengingat bahwa tidak ada perubahan berarti dari Apple hingga bulan Juni maka diprediksi tak akan medatangkan perubahan," ungkap Gene Munster seperti dilansir dari Ubergizmo. "Sangat sulit melihat perkembangan keuntungan yang cepat saat ini."
Kehadiran iPhone 5C versi 8 GB memang ditujukan untuk mendongkrak penjualannya yang sempat lesu di beberapa negara berkembang. Namun sayangnya Apple tetap membanderolnya dengan harga yang tinggi yaitu 429 pounsdterling (sekitar Rp 8 juta). Angka tersebut terlihat masih cukup mahal jika dibandingkan dengan smartphone lainnya seperti Galaxy S4 yang kini dijual seharga Rp 7 jutaan di Indonesia.
Selain meluncurkan iPhone 5C, Apple juga merilis iPad 4 untuk menggantikan posisi iPad 2 di pasar kelas menengah. iPad 4 saat ini masih tersedia di Amerika Serikat dengan banderol harga USD 399 (sekitar Rp 4,5 juta).
(wk/)