Malaysia Akui Ada Muatan Baterai Gampang Terbakar dalam Pesawat MH370
Nasional

CEO Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari, menegaskan bahwa muatan baterai tersebut telah dikemas secara aman sehingga tidak membahayakan pesawat.

WowKeren - Genap dua minggu sudah pesawat Malaysia Airlines yang membawa 239 penumpang hilang. Hingga saat ini masih belum ditemukan juga tanda-tanda dimana pesawat tersebut berada. Di tengah sibuknya pencarian, kini muncul lagi fakta baru yang menyebutkan bahwa pesawat dengan nomor penerbangan MH370 itu membawa muatan baterai lithium ion yang gampang terbakar.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ahmad Jauhari selaku CEO Malaysia Airlines. Muatan itu tentunya menimbulkan spekulasi baru bahwa pesawat bisa saja meledak akibat baterai tersebut. Namun Jauhari membantah spekulasi itu dan mengatakan bahwa baterai lithium sudah dikemas sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan pesawat.

"Kami membawa beberapa baterai kecil lithium-ion, bukan baterai besar," ungkap Jauhari seperti dilansir dari Daily Mail. "Ini tidak dianggap sebagai barang berbahaya dan dikemas seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional."

Sebelumnya, mantan presiden Indonesia sekaligus ahli penerbangan, B.J Habibie, mengungkapkan bahwa kemungkinan pesawat MH370 meledak di ketinggian 10 kilometer. Namun sayang ia enggan menyebut latar belakang peledakan pesawat tersebut karena bisa menyinggung maskapai penerbangan Malaysia Airlines.


Dugaan pesawat meledak sebelumnya juga pernah diungkapkan oleh seorang pilot senior Kanada bernama Chris Goodfellow. Menurut Chris ada kesalahan teknik yang membuat kokpit tiba-tiba berasap dan mematikan transporder secara tiba-tiba. Pilot pesawat Malaysia Airlines diduga berbalik arah untuk mencari bandara terdekat untuk menyelamatkan penumpang, namun naas bandara tersebut tak bisa ditemukan dan akhirnya membuat pesawat terbang tanpa tahu arah hingga akhirnya meledak karena kehabisan bahan bakar.

Kini pencarian pesawat Malaysia Airlines difokuskan pada perairan Perth, Australia Barat. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penemuan satelit Australia yang menyebutkan ada dua obyek sepanjang 24 meter mengapung di wilayah Samudra Hindia Selatan. Kedua objek tersebut diduga kuat adalah puing dari pesawat Malaysia Airlines.

Pesawat Malaysia Airlines menghilang ketika dalam perjalanan menuju Beijing dari Kuala Lumpur pada Sabtu (8/3) dini hari. Namun setelah 2 jam mengudara, pesawat tersebut kehilangan kontak dengan pemantau lalu lintas udara pukul 02:40 di sekitar wilayah perairan Vietnam. Pesawat MH 370 membawa 239 penumpang yang termasuk di dalamnya 7 warga negara asal Indonesia.

Kunjungi Galeri Foto dukungan berbagai negara untuk insiden hilangnya Pesawat Malaysia Airlines.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!