Rajeev akan pimpin divisi infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi, peta digital dan navigasi, pengembangan teknologi dan lisensi paten.
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 April 2014 - 09:27 WIB
WowKeren - Nokia akhirnya secara resmi mengumumkan Rajeev Suri sebagai CEO baru pada Selasa (29/4). Dibawah kepemimpinannya ini, diharapkan Nokia dapat meningkatkan kepercayaan investor menyusul penjualan unit bisnis ponsel ke Microsoft.
Rajeev mengatakan dirinya akan memimpin 3 divisi bisnis yaitu infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi (Nokia Solutions and Networks), layanan peta digital dan navigasi (Here), pengembangan teknologi dan lisensi paten ( Advance Technologies). "Nokia, dengan pengalaman panjangnya menghubungkan orang melalui tiga bisnis intinya, dan mengambil peluang baru di era perubahan teknologi sekarang ini," kata Rajeev.
Chairman Nokia, Risto Siilasma, mengatakan bahwa Rajeev mampu untuk membuat strategi yang dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan Nokia. "Dalam pembukaan bab baru untuk Nokia, kami yakin bahwa Rajeev adalah orang yang tepat untuk memimpin perusahaan di masa depan," kata Risto.
Tidak heran jika Risto berpendapat demikian, karena Rajeev sendiri memiliki pengalaman yang panjang dengan Nokia. Sebelumnya dia adalah CEO Nokia untuk jaringan bisnis dan infrastruktur layanan telekomunikasi (NSN). Rajeev bergabung ke perusahaan Finlandia itu sejak tahun 1995 dan pengalaman bisnisnya sudah lebih dari 23 tahun.
Untuk ke depan, Grup Nokia dibawah kepemimpinan Rajeev bertekad memperkuat investasi dalam bisnis peralatan jaringan dan teknologi telekomunikasi di bagian korporasi termasuk lisensi paten. Menurutnya Nokia memiliki potensi untuk menciptakan nilai yang signifikan bagi pemegang lisensi dan pemegang saham.
"Dengan kekuatan tim teknologi kami dan melanjutkan investasi dalam penelitian dan pengembangan," kata Rajeev. "Kami akan mendorong peluang baru bagi Nokia di segmen bisnis dan pasar konsumen,"
Sebelum mengumumkan CEO baru, Nokia telah sepakat menjual perangkat dan layanan bisnisnya pada Microsoft sebesar Rp 82 triliun. Untuk selanjutnya Microsoft akan memproduksi smartphone namun tidak lagi menggunakan merek Nokia.
(wk/)