Timnas U-19 akan membenahi sektor mental dan penyelesaian akhir setelah dikalahkan Myanmar 1-2 dalam laga uji coba Rabu (7/5) malam.
- Tim WowKeren
- Kamis, 08 Mei 2014 - 08:29 WIB
WowKeren - Kekalahan 1-2 Timnas U-19 melawan Myanmar U-19 dalam laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (7/5) malam disesalkan banyak pihak. Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, berharap seluruh elemen Timnas U-19 untuk berkaca diri.
"Kekalahan dari Myanmar ini semoga bisa menjadi pelajaran berharga untuk ke depannya," kata La Nyalla. "Di setiap kompetisi, Timnas U-19 juga harus bisa mengambil pelajaran."
Namun, La Nyalla tetap mengapresiasi permainan skuad Garuda Jaya. Menurutnya, kualitas permainan yang mereka tunjukkan lebih bagus ketimbang pemain Myanmar.
"Masih banyak waktu untuk berbenah sebelum Piala Asia U-19 Oktober nanti," lanjut Ketua BTN itu. "Aku tetap yakin Timnas U-19 akan menjadi tim yang istimewa."
Sementara itu, pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, menilai permainan Evan Dimas cs masih labil. Ia menyayangkan sejumlah peluang emas yang gagal dikonversi anak asuhnya menjadi gol.
"Karateristik pemain kita labil," kata Indra usai laga. "Tetapi, malam ini permainan mereka jauh lebih baik."
"Sebagai pelatih, aku tetap menghargai perjuangan para pemain," imbuh Indra. "Mereka hanya lengah di menit-menit akhir."
Indra mengungkapkan, tim pelatih akan mengevaluasi skuadnya agar bisa lebih baik lagi. Menurutnya, beberapa hal yang perlu dibenahi adalah mental pemain dan penyelesaian akhir.
Dalam laga semalam, Timnas U-19 sebenarnya mampu unggul terlebih dulu melalui Putu Gede pada menit ke-43. Namun, Myanmar mampu membalikkan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan melalui Maung Maung Soe (menit ke-88) dan Nandya Kyaw (menit ke-90).
(wk/)