Namun Microsoft tidak akan memperpanjang masalah ini karena jika tuduhan itu ternyata benar, akan berdampak terhadap citra perusahaan dalam jangka panjang.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 07 Juni 2014 - 09:10 WIB
WowKeren - Microsoft mengaku kecewa dengan tuduhan pemerintah Tiongkok yang mengklaim Windows 8 berisiko mengancam keamanan nasional. Menurut Microsoft, tuduhan itu sangat tidak berdasar.
Namun, Microsoft memutuskan tidak akan memperpanjang masalah ini. Pasalnya, jika tuduhan tersebut benar, hal itu malah akan menyebabkan pukulan yang jauh lebih besar untuk citra perusahaan secara keseluruhan dalam jangka panjang.
Sebelumnya, pemerintah Tiongkok sudah mengumumkan akan melarang instalasi Windows 8 pada komputer yang digunakan di pemerintahan. Alasan keamanan dijadikan landasan utama.
Isu keamanan ini diperkuat dengan pendapat sejumlah akademisi dan ahli setempat. Menurut salah satu akademisi Ni Guangnam, Windows 8 adalah salah satu cara Amerika Serikat memonitor aktivitas Tingkok.
"Identitas, akun, buku kontak, nomor ponsel dan semua informasi ini dapat dikumpulkan menjadi analisis data yang besar," ujarnya. "AS punya hukum yang mengharuskan setiap orang punya data untuk dilaporkan ke pemerintah. Data ini mungkin adalah cara yang bagus bagi AS memonitor negara lain."
Selain alasan keamanan, pemerintah Tiongkok rupanya jengkel dengan upaya Microsoft mengembangkan Windows 8. Pasalnya, mereka sebelumnya pernah meminta Microsoft untuk lebih meningkatkan performa Windows XP. Namun, Microsoft malah memilih untuk bergerak ke depan dengan Windows 8.
(wk/)