Semarang Meriah Rayakan 'Dugderan' Menyambut Puasa
Nasional

Ribuan masyarakat berkumpul menonton karnaval yang dilepas Wali Kota dengan penabuhan bedug sebagai tradisi jelang Ramadhan.

WowKeren - Indonesia masih memiliki tradisi yang dilakukan sebagian warganya untuk menyambut Ramadhan. Salah satunya festival "Dugderan" di Kota Semarang dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan 1435 H. Pelaksanaannya pada Jumat (27/6) pun berlangsung meriah dengan diikuti ribuan peserta.

pelepasan karnaval dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dengan menabuh bedug. Hendrar menuturkan bahwa Dugderan adalah tradisi khas masyarakat Semarang sejak dulu dan dilestarikan hingga sekarang meski sudah mulai dimodifikasi. Perubahan itu adalah tidak menggunakan meriam lagi.

"Dugderan, berasal dari kata Dug, yakni suara bedug dan der dari suara dentuman meriam," tutur Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi. "Keduanya dibunyikan sebagai pertanda datangnya bulan suci Ramadhan."


Karnaval Dugderan ini diikuti dari berbagai elemen mulai anak-anak sekolah hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Mereka berkumpul di halaman Balai Kota Semarang lengkap dengan kendaraan hiasnya. Rombongan karnaval kemudian dilepas menuju Masjid Kauman Semarang dipimpin Hendrar menaiki kereta kencana dikawal oleh Pasukan Pandanaran.

Ribuan masyarakat pun berkumpul di sepanjang jalan untuk menonton rombongan karnaval yang melintas. Jalan menjadi lautan warna-warni dengan adanya pernak-pernik khas Dugderan seperti Warak Ngendog, hewan imajiner bertubuh seperti kambing dan berkepala naga, serta kembang manggar. Setibanya di Masjid Kauman, rombongan disambut Pasukan Patang Puluhan dan Tari Warak yang dilanjutkan pembacaan sukuf halaqoh dan penabuhan bedug setelah Maghrib.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!