Microsoft merumahkan 18 ribu karyawan karena CEO Satya Nadella berpendapat perusahaannya kelebihan pekerja profesional maupun pekerja pabrik.
- Tim WowKeren
- Jumat, 18 Juli 2014 - 09:30 WIB
WowKeren - CEO baru Microsoft, Satya Nadella, tidak main-main untuk membawa perubahan pada perusahaan raksasanya. Dia berencana merumahkan 18 ribu karyawan dalam setahun mendatang. Nadella menilai, Microsoft kelebihan pekerja profesional maupun pekerja pabrik.
Dalam sejarahnya, pemecatan terbanyak yang dilakukan perusahaan yang berbasis di Redmond ini hanya 5 ribu pekerja. Namun kali ini, Nadella bertekad memutuskan hubungan kerja dengan 13 ribu karyawan pertama dalam enam bulan ke depan. Dengan ini, perusahaan bisa menghemat biaya hingga Rp 14,4 miliar dalam setahun ke depan.
Meski belum menyatakan sektor mana saja yang akan dikurangi, namun dengan pengurangan ini diharapkan perusahaan akan semakin fokus dalam produktivitas software seperti Office 365, Windows Phone, Windows Azure, Skype, OneDrive dan Bing. Nadella siap membawa Microsoft kembali bersaing dengan rivalnya seperti Google, Amazaon dan Apple.
Meski jumlahnya cukup besar, namun PHK yang dilakukan Microsoft bukanlah yang terbesar. IBM pernah memecat 60 ribu pekerja pada 1993 sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran. Selama resesi besar, Citigroup juga memangkas 75 ribu pekerja pada 2008 hingga awal 2009.
(wk/)