Lola mengaku terinspirasi membuat film ini dari cerita tukang pijat di rumahnya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 19 Juli 2014 - 05:15 WIB
WowKeren - Lola Amaria tampaknya memang penuh dengan ide-ide untuk membuat film yang berkualitas. Setelah terkenal dengan film bertema TKI berjudul "Minggu Pagi di Victoria Park", kali ini Lola kembali membawa tema unik tentang kehidupan tukang pijat yang dikemas dengan apik menyinggung dunia politik berjudul "Negeri Tanpa Telinga".
Mengenai alasannya menggunakan tokoh utama karakter tukang pijat, Lola menjelaskan alasannya yang sangat sederhana. "Kadang-kadang kalo pijat sama tukang pijat panggilan di rumah kan suka ngobrol. Dari situ dia suka ngobrol soal pelanggan lainnya kan. Dari situ muncul ide," papar Lola saat ditemui dalam peluncuran trailer film di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, (18/7) petang.
Lola pun menolak jika filmnya kali ini merupakan film yang penuh unsur sindiran politik saat Pemilu berlangsung. "Saya agak bingung kalo film ini di-judge berat di depan. Film ini ringan sekali lho, tentang tukang pijat yang terlalu banyak mendengar. Dan akhirnya membawa dia jadi bencana. Lalu dia pengen telinganya budeg aja biar nggak denger hal-hal terlalu banyak. Memang untuk saat ini kayaknya lebih baik budeg aja," sindir Lola.
Sebagai contoh sindiran, dalam salah satu adegan diceritakan ada skandal seks yang dilakukan. Mengenai hal tersebut, Lola tidak mau ambil pusing. Menurutnya apa yang ada di dalam filmnya kali ini sudah melalui proses riset yang cukup mendalam.
"Saya buat film risetnya panjang. Skandal seks tidak hanya di politik, tapi dimana-mana ada. Saya liat di TV juga beritanya ada. Sebenernya realitanya lebih serem dibanding film ini," jelas Lola.
(wk/)