Meski syok dan berduka, Keluarga Kaylene Mann tidak menuntut Malaysia Airlines meski sudah merengut 4 kerabatnya di dua penerbangan berbeda.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 19 Juli 2014 - 10:05 WIB
WowKeren - Manusia memang tak bisa menghindari takdir. Seorang wanita di Australia seakan-akan dipermainkan nasib ketika pesawat MH17 ditembak jatuh di Ukraina pada 17 Juli dan tak satupun selamat. Pasalnya, itu adalah kali kedua ia kehilangan kerabat karena Malaysia Airlines.
Kaylene Mann kehilangan anak perempuan tirinya dalam penerbangan naas pada Jumat, 17 Juli, tersebut. Ironisnya, kakak laki-laki Kaylene juga masih raib dalam penerbangan MH370 yang belum ditemukan sejak hilang dari radar pada 8 Maret 2014. Kakaknya yang bernama Rod Burrows itu terbang menggunakan MH370 bersama istrinya yang artinya Kaylene juga kehilangan iparnya.
Lalu pada Jumat kemarin, Kaylene kembali dikejutkan saat MH17 dilaporkan jatuh karena tertembak rudal di langit timur Ukraina. Seluruh penumpang MH17 yang berjumlah 297 orang beserta awak pesawat itu tewas. Greg Burrows mengaku sangat syok dan tak habis pikir kenapa kehilangan keluarga di penerbangan maskapai yang sama.
"Kejadian ini mengoyak keteguhan hati kami," ucap Greg emosional. "Kaylene baru saja kehilangan kakaknya dan sekarang anak perempuan tirinya."
Meski sangat berduka namun Greg menyatakan tidak akan menuntut Malaysia Airlines. "Tidak ada yang bisa memprediksi mereka akan ditembak jatuh. Itu semua semua di luar kuasa manusia," tutup Greg.
Marie Rizk dan suaminya, Albert, berniat pulang ke Australia dari liburan 4 minggu di Eropa dengan penerbangan MH17. Mereka dikenal sebagai pasangan yang aktif di kegiatan sosial. Kini Sunbury Football Club sebagai komunitas yang dekat dengan keluarga Marie akan mengenakan pita hitam dalam pertandingan akhir pekan untuk tanda berduka.
(wk/)