Maraknya selfie dan video chatting membuat Sony berani menginvestasikan USD 345 juta (Rp 3,9 triliun) demi meningkatkan produksi sensor gambar pada smartphone dan tablet.
- Tim WowKeren
- Jumat, 25 Juli 2014 - 09:41 WIB
WowKeren - Sony telah mengumumkan rencananya menginvestasikan USD 345 juta (Rp 3,9 triliun) untuk meningkatkan produksi sensor gambar pada smartphone dan tablet. Usaha ini dilakukan demi menarik minat pembuat handset yang ingin memiliki kamera depan bersensor.
Sony mengatakan kepada Reuters, Maret lalu, bahwa investasi ini akan meningkatkan kualitas kamera depan di smartphone yang sedang populer dengan selfie dan video chatting. Investasi akan dilakukan dalam dua tahap melalui tengah tahun fiskal berikutnya.
"Perusahaan Jepang itu mengatakan akan meningkatkan produksi sensor CMOS di dua pabrik," tulis Reuters. "Di Kyushu dan sebuah pabrik di barat laut Jepang yang dibeli perusahaan dari Renesas Electronics Corp, sehingga total investasinya 35 miliar Yen (Rp 3,9 triliun)."
Sony mengatakan bahwa investasi ini akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produksi sebesar 13 persen menjadi 68 ribu perangkat dalam sebulan per Agustus 2015. Sony sendiri memiliki target jangka menengah sebesar 75 ribu unit. Sony akan bersaing dengan Ominivision Technologies, yang menyediakan sensor kamera depan yang spesifikasi lebih rendah dari kamera belakang.
(wk/)