Ratusan merak liar di Palos Verdes itu dirasa mulai mengganggu warga akhirnya dibunuh dan membuat organisasi penyayang binatang geram.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 26 Juli 2014 - 11:33 WIB
WowKeren - Melihat merak bertengger di pagar rumah menjadi pemandangan biasa bagi penduduk Palos Verdes, Los Angeles, California, selama 100 tahun. Namun kini, bertambahnya jumlah populasi burung cantik itu justru membuat penduduk merasa terganggu.
Lebih dari seribu burung merak kini tinggal di Rolling Hills Estates di Semenanjung Palos Verdes. Semula penduduk beradaptasi dengan kehidupan merak yang berkeliaran namun sekarang tidak tahan lagi. Menurut A.J. Poulin, mereka mencakar mobil, mengotori kebun, merusak genting, dan menimbulkan suara yang sangat gaduh setiap hari.
"Mobil kami tergores, dan Anda tidak dapat memarkir mobil di bawah pohon kami karena mobil Anda akan penuh dengan kotoran burung," jelasnya. "Tidak ada mekanisme untuk mengurangi populasi burung dan orang-orang mulai kesal. Ada seorang wanita yang memiliki 28 burung di atas pohonnya setiap malam. Dia bahkan tidak bisa berbicara di telepon."
Tidak hanya itu, burung berekor indah tersebut juga sering menutup jalan, mengakibatkan kecelakaan, dan sangat agresif. Penduduk yang geram mulai menembaki, memberikan racun, atau memanahi burung itu. Dalam 2 tahun dilaporkan sudah ada 50 merak tewas dibunuh dengan berbagai cara.
Menanggapi ini, Lt. Cesar Perea dari Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPCA) tidak setuju dengan cara penduduk mengatasi unggas cantik tersebut. Dia menilai perbuatan ini merupakan kriminalitas dan pelakunya harus diberi sanksi denda sebesar USD 200 ribu (Rp 2,29 miliar).
Menurut laporan, bahkan dalam tujuh bulan terakhir sudah ada 20 merak dibunuh. SPCA pun berencana mengungkap motif kematian dan kasus pembunuhan ini secepatnya.
Asal usul burung merak ini tidak begitu jelas, namun sebuah cerita populer menjelaskan bahwa burung ini berasal dari India. Frank Vanderlip Sr yang memiliki sebagian besar kawasan Palos Verdes pada 1920 kebetulan mengunjungi perkebunan temannya, Lucky Baldwin, di Arcadia. Ia mengagumi kawanan burung merak Baldwin dari India dan akhirnya diberi 6 ekor untuk "menghidupkan" tempat tinggalnya. Sedangkan versi lainnya menyatakan merak-merak itu adalah hadiah dari putri Vanderlip yang datang dengan membawa koleksi burung milik Baldwin.
(wk/)