Pekerja di Piala Dunia 2022 Belum Digaji Setahun
SerbaSerbi

Para pekerja itu juga tidak mendapat fasilitas yang layak selama menggarap proyek Al Bidda atau The Tower of Football.

WowKeren - Nasib apes menimpa para pekerja untuk proyek Piala Dunia 2022 di Qatar. Selama setahun ini, mereka yang bekerja di The Tower of Football atau Al Bidda ternyata belum diberi gaji oleh Pemerintah Qatar atau perusahaan kontraktor yang bertanggung jawab atas bangunan tersebut.

"Kami tidak tahu berapa anggaran mereka untuk Piala Dunia," kecam salah seorang pekerja. "Kami hanya ingin bayaran kami."

Selama ini, ofisial Supreme Committee for Delivery and Legacy Qatar untuk Piala Dunia 2022 memang menempati lantai 38 dan 39 di Al Bidda. Namun ironisnya, para imigran dari Nepal, Sri Lanka dan India yang membangun konstruksi bangunan itu malah tidak mendapatkan haknya.

"Kami sudah bekerja namun tidak dibayar," lanjut pekerja itu. "Kami ingin mereka menunjukkan uang yang mereka punya."


Per harinya, para pekerja hanya mendapat upah USD 13 (Rp 150 ribu). Parahnya lagi, mereka juga tidak mendapat fasilitas yang layak selama bekerja.

Para pekerja tidur di dalam satu ruangan yang diisi tujuh orang. Tempat tidur mereka pun hanya matras tipis yang kotor dan seringkali dipenuhi kecoa. Fasilitas itu jauh di bawah standar kelayakan yang wajib diberikan pada pekerja di Qatar.

Parahnya lagi, kontraktor yang bertanggung jawab, Lee Trading and Contracting, ternyata kolaps. Mereka pun meninggalkan para pekerja itu begitu saja tanpa komitmen lanjutan.

FIFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola dunia kini tengah menyelidiki kasus ini, bersama dengan persiapan Piala Dunia 2018 di Rusia. Diharapkan, mereka sudah memiliki laporan pada September mendatang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!