Gugatan Prabowo Ditolak, Indonesia Sambut Jokowi Sebagai Presiden
Nasional

Putusan Mahkamah Konstitusi untuk menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta karena dalil adanya pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif, tidak terbukti menurut hukum.

WowKeren - Drama Pilpres 2014 akhirnya berakhir kemarin (21/8), ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak semua gugatan kubu Prabowo-Hatta. Dengan putusan ini, Indonesia siap menyambut Presiden RI ketujuh, Joko Widodo, Oktober mendatang.

Menurut MK, semua gugatan Prabowo-Hatta tidak terbukti menurut hukum. "Mengenai dalil adanya pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif, tidak terbukti menurut hukum," ujar Hakim Konstitusi, Ahmad Fadlil Sumadi.

Prabowo sendiri mengungkapkan apresiasinya untuk MK. "Walau tidak mencerminkan keadilan substantif, keputusan Mahkamah Konstitusi harus kita hormati," tulis Prabowo dalam akun Facebook resminya, Jumat (22/8) dini hari.

Koalisi merah putih Prabowo-Hatta dalam konferensi persnya setelah putusan MK selesai dibacakan menjelaskan bahwa mereka akan berada di luar pemerintahan. Melalui Tantowi Yahya, koalisi tersebut menekankan bahwa mereka akan menjadi pengawal pemerintah dan akan menjadi kekuatan penyeimbang.


"Indonesia yang kita kehendaki tidak kenal lelah, lebih baik mati daripada tunduk dan didikte bangsa lain," ujar Tantowi. "Di MPR, DPR dan DPRD akan terus kawal pemerintah sebagai kekuatan penyeimbang. Dengan cara itu, kami akan pastikan check and balances berjalan dengan baik."

Di sisi lain, pihak Jokowi-JK juga menghimbau kepada Prabowo-Hatta untuk tidak mempersulit masyarakat dengan memperpanjang kasus Pilpres 2014. "Nggak usahlah kita perpanjang masalah," ucap Jusuf Kalla.

"Jika MK sudah putuskan, upaya apa pun sudah tidak bisa jalan," sambungnya. "Jadi, hanya mempersulit masyarakat untuk membahas lagi dan berdebat lagi."

Ditambahkan Jokowi, pihaknya juga sudah berencana untuk segera mempersiapkan pemerintahan baru yang akan dipimpinnya nanti. "Kami akan segera bertemu pemerintahan yang ada sekarang, ke Pak SBY, untuk ketahui persoalan-persoalan (di pemerintahan)," jelas Jokowi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!