450 Penari Meriahkan Puncak 'Sail Raja Ampat 2014'
Nasional

Sebanyak 450 penari membawakan tari batik Raja Ampat dan tarian kolosal Harmoni Raja Ampat serta dimeriahkan artis nasional asli Papua, Edo Kondologit.

WowKeren - Sabtu (23/8), Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat, dibanjiri oleh masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan secara langsung jalannya puncak acara "Sail Raja Ampat 2014". Meski saat itu lokasi sedang diguyur hujan lebat, masyarakat nekat berbondong-bondong memenuhi pantai tersebut.

Tak hanya masyarakat lokal, ribuan pengunjung dari luar wilayah Kabupaten Raja Ampat juga tumpah ruah ingin menyaksikan berbagai atraksi di "Sail Raja Ampat 2014". Acaranya sendiri, dibuka secara resmi oleh Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ny Ani Yudhoyono, sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio.

Meskipun diwarnai hujan deras, festival yang dimulai sekitar pukul 09:00 waktu setempat itu dihadiri oleh 4 ribu undangan. Sebanyak 450 penari tampil membawakan tari batik Raja Ampat dan tarian kolosal Harmoni Raja Ampat yang diisi dengan nyanyian sejumlah artis nasional asli Papua, termasuk Edo Kondologit.

Pembukaan acara tersebut, tak hanya menampilkan parade 11 kapal perang TNI Angkatan Laut dan tiga kapal perang dari Amerika Serikat, Australia dan Singapura. Gelaran ini juga dimeriahkan oleh atraksi dari komunitas Para Motor Indonesia.


Menurut SBY, makna dari pelaksanaan Festival Sail Raja Ampat adalah untuk peningkatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, terutama di Papua Barat. Indonesia disebutkan akan terus membangun, dari Aceh hingga Papua, agar seluruh rakyat bisa meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup. "Kita ingin di seluruh Indonesia, kalau maju, maju semuanya," ungkap SBY.

"Sail Raja Ampat 2014" dengan tema "Membangun Bahari Menuju Raja Ampat ke Pentas Dunia" ini merupakan festival keenam yang dihelat untuk mempromosikan kekayaan bahari di Indonesia. Sejauh ini, festival pelayaran pernah digelar, antara lain, di Bunaken (Sulawesi Utara) dan Banda, Maluku.

"Kegiatan ini akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing dan lokal. Tahun 2007, jumlah wisatawan yang berkunjung ke sini hanya seribu orang," ujar Gubernur Papua Barat, Abraham Oktovianus Atururi. "Sedangkan saat ini, jumlah wisatawan ke Raja Ampat mencapai 15 ribu orang dengan persentase 73 persen berasal dari luar Indonesia."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!