Puluhan ribu orang tetap memadati Kota Bunol meskipun festival tomat Spanyol cukup berbahaya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 29 Agustus 2014 - 13:28 WIB
WowKeren - Sekitar 20 ribu orang dengan tubuh kemerahan saling menyerang dengan tomat di festival perang makanan terbesar di dunia, "Festival La Tomatina". Perang makanan ini diikuti penduduk lokal dan juga turis luar negeri, seperti Australia dan Amerika.
Meski begitu ceria menikmati festival yang diadakan di Bunol, Spanyol, kemarin (28/8), tidak banyak peserta yang menyadari bahwa festival ini sebenarnya cukup berbahaya. Terlalu padatnya orang, kadang malah membuat korban berjatuhan.
"Sebenarnya, ini agak mengerikan dan berbahaya," kata salah satu penduduk setempat. "Ketika Anda merunduk untuk mengambil tomat, Anda bisa terjatuh dan tidak bisa berdiri lagi."
Karena itu, dengan pertimbangan keamanan dan kebersihan wilayah yang digunakan untuk festival, kini peserta diharuskan untuk membayar. Pemerintah daerah setempat bahkan sengaja mempekerjakan sebuah perusahaan untuk menarik uang tiket sehingga jumlah peserta yang ikut bisa ditekan.
"Dalam beberapa tahun ini, esensi dari 'Tomatina' telah hilang," terang Wakil Walikota Bunol, Rafael Perez. "Tempatnya menjadi tidak cukup sehingga festival ini menjadi berbahaya."
"Namun kini festival terasa lebih menyenangkan," sambungnya. "Tiket masuk membuat kami bisa mengatur keuangan dan menjadikan festival lebih aman."
Dalam festival yang memasuki gelaran ke-69 tersebut, 125 ribu tomat diangkut di antara gang-gang sempit jalanan Bunol. Sementara orang-orang asyik berperang tomat, para penduduk lokal biasanya melindungi rumah dan toko mereka.
Kunjungi Galeri Foto Festival 'Tomatina' Spanyol 2014.
(wk/)