Indonesia yang menjadi negera dengan akses internet terlambat ke-101 di dunia rupanya kurang hemat bandwidth.
- Tim WowKeren
- Selasa, 14 Oktober 2014 - 17:56 WIB
WowKeren - Datang ke Indonesia, bos Facebook, Mark Zuckerberg, mengemukakan pendapatnya mengenai lambatnya internet di Indonesia. Menurutnya, internet di Tanah Air super lambat karena kurangnya efisiensi data.
"Di sini (Indonesia), salah satu masalah paling besar adalah efisiensi," kata Zuckerberg dikutip dari KompasTekno, di Hotel Four Seasons, Jakarta. "Makanya fokus kami adalah persoalan ekonomi dan efisiensi data. Contohnya saja, ukuran file aplikasi Facebook di Android telah menyusut 50 persen sehingga menghemat bandwidth."
Menurut jutawan asal Amerika ini, Indonesia perlu punya strategi pasar khusus agar internetnya lebih baik. Salah satu strategi yang diusulkannya adalah penyedia konten online di Indonesia harus bisa menekan penggunaan data seluler untuk semaksimal mungkin memanfaatkan bandwidth yang tersedia untuk mobile.
Oleh karena itu, Facebook bersama Internet.org ingin mendorong efisiensi penggunan data seluler di Indonesia dengan mengoptimalkan jaringan dan membuat aplikasi yang mampu menggunakan bandwidth internet dengan lebih hemat. Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, yang juga hadir di lokasi lokakarya bertajuk "Mobile Efficiency Developer Workshop" juga menekankan pendapat serupa.
"Punya handphone, jaringan, dan aplikasi, apakah pengalaman pengguna langsung bagus?" ujar Hasnul. "Kalau dulu, zamannya voice dan SMS, bisa langsung bagus. Sekarang belum tentu karena ada macam-macam protokol yang tidak match."
Selain bandwidth, ada faktor lain yang jadi penyebab lambatnya akses internet Indonesia. Tidak adanya pemerataan infrastruktur, regulasi, dan dukungan pemerintah juga disebut sebagai sumber permasalahan ini.
Saking lemotnya, beberapa waktu lalu Akamai mencantumkan Indonesia sebagai negara peringkat 101 dunia dengan kecepatan akses internet rata-rata 2,5 Mbps. Meski kecepatan ini sudah meningkat 5 persen dari angka 2,4 Mbps pada kuartal sebelumnya, kecepatan ini masih kalah jika dibanding Thailand dan Malaysia namun sedikit lebih baik dibanding India.
(wk/)