Pengamat meminta KPI lebih responsif terkait penayangan program ini, sementara KPI mangatakan akan mengkaji acara itu jika ada laporan masyarakat.
- Tim WowKeren
- Jumat, 17 Oktober 2014 - 08:49 WIB
WowKeren - Sejak kemarin (16/10) dan hari ini (17/10), masyarakat Indonesia disuguhi siaran pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dengan mengusung tema "Janji Suci Raffi Nagita", Trans TV secara eksklusif menayangkan prosesi pernikahan itu, 2 hari non-stop.
Namun ternyata, tayangan tersebut memancing komentar para pakar. Pengamat komunikasi dari Universitas Padjajaran, Dadang Hidayat, menyatakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harusnya lebih responsif terkait penayangan pernikahan Raffi-Gigi.
"KPI harus responsif terkait penayangan ini (pernikahan Raffi Ahmad), apakah benar-benar dibutuhkan masyarakat?" ujarnya. Menurutnya, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh KPI dalam memberikan kebijakan dan izin, yakni kepatutan serta kebutuhan penayangan program tersebut.
Masukan itu ternyata langsung direspon oleh KPI. Komisioner KPI, Danang Sangga Buana, menghimbau agar lembaga penyiaran memenuhi unsur kepantasan dalam menayangkan suatu acara. "Jangan lupa mempertimbangkan unsur kepantasan publik," ujar Danang.
"Untuk tayangan pernikahan Raffi dari sisi perkawinannya baik," lanjut Danang. "Tetapi kalau lebih menonjolkan hedonisme, pamer kekayaan dan mengumbar sesuatu yang tidak perlu untuk kepentingan publik maka tidak disarankan."
Danang menambahkan, KPI akan memberikan tindakan jika masyarakat mengajukan laporan. "Masyarakat boleh menyampaikan laporan ke KPI. Nanti KPI mengkaji program tersebut dan bila kami menemukan unsur tertentu akan kami minta klarifikasi ke lembaga penyiaran tersebut," pungkasnya.
(wk/)