'Bank Tinja' di Amerika Rela Bayar Orang Rp 400 Ribu untuk Berak
Nasional

OpenBiome membutuhkan sampel tinja untuk penelitian transplantasi kotoran manusia yang dibutuhkan rumah sakit.

WowKeren - Jika Anda buang air besar harus bayar maka tidak demikian bila dilakukan untuk lembaga di Amerika ini. OpenBiome bersedia membayar mahal jika Anda mau menyerahkan feses atau tinja untuk penelitian.

OpenBiome adalah satu-satunya "bank tinja" di Amerika yang bersedia membayar pendonor feses. Lumayan, untuk berak dalam sehari para relawan akan dibayar USD 40 atau setara Rp 400-an ribu. Mereka lalu mengumpulkan, mengetes dan menyediakan sampel kotoran manusia untuk rumah sakit atau mitra yang membutuhkan.

Sampel tersebut digunakan untuk transplantasi fecal microbiota alias transplantasi kotoran manusia. Mark Smith selaku pemilik OpenBiome menjelaskan bahwa transplantasi kotoran baik untuk keseimbangan alami bakteri di anus yang biasanya terbunuh oleh antibiotik.


Transplantasi kotoran manusia sendiri masih sangat sedikit dipratekkan. Sampel kotoran manusia tersebut bisa ditranplantasikan melalui kolonoskopi atau tabung.

"Sama seperti bank darah tapi bedanya ini untuk tinja," jelas Mark. "Anda tidak perlu terbang melintasi negeri untuk buang hajat."

OpenBiome sedang berkolaborasi dengan rumah sakit di Amerika Serikat untuk mengembangkan dan memproduksi sampel tinja dalam bentuk pil atau kapsul. Lembaga independen ini sudah berdiri sejak 2012 di Medford, Massachusetts.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!