Netter menyindir nama Jogja berubah jadi Togua dan logo itu sempat jadi Trending Twitter ke-8 pada Rabu (29/10).
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 Oktober 2014 - 19:42 WIB
WowKeren - Logo Jogjakarta yang ikonik tentunya sudah banyak diketahui publik. Namun sekarang publik harus siap-siap kehilangan logo warna hijau tersebut. Ya, Pemerintah Provinsi DIY sedang mempersiapkan logo baru untuk menggantikan branding "Jogja Never Ending Asia".
Logo baru itu sendiri diperkenalkan dalam acara "Urun Rembug Logo dan Tagline Baru Yogyakarta" di Atrium Ambarrukmo Plaza, Selasa (28/10). Logonya tampak memiliki bentuk lebih tegas dan modern dibanding yang lama mirip sapuan kuas. Tagline "Never Ending Asia" diganti "New Harmony" untuk melambangkan DIY yang dikenal menjunjung tinggi semangat harmonisasi.
"Warna emas menunjukkan kerajaan atau keraton, merah dan putih melambangkan bendera Merah-Putih sebagai simbol bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Hermawan di hadapan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Forum Muspida DIY serta tamu undangan. Rencananya logo baru akan diperkenalkan pada 27 November mendatang.
Namun rupanya netter tak sependapat dengan tulisan "Jogja" yang diklaim lebih ramah internet itu. Netter pun sibuk menyindir logo baru itu di jejaring sosial dengan membacanya sebagai "Togua", sesuai bentuk font-nya. Keramaian netter tersebut sempat membuat "Togua" menduduki posisi kedelapan Trending Topic selama Rabu siang (29/10).
"Senja di TOGUA" kedengerannya keren untuk jadi judul puisi, lagu, cerpen, tau bahkan novel," sindir @temukonco. "Lho, kamu dari Jogja juga? mananya? | di Togua nya, ringroad ngalor sedikit. Pokoknya gitu. Togua From elo For kite kite," kicau @adimasnuel. "Selamat atas logo baru kota JOGJA dan pergantian nama menjadi TOGUA," @wawakzk.
Mendengar kehebohan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov DIY Didik Purwadi meluruskan bahwa logo yang disampaikan itu belum final. "Justru acara urun rembuk kemarin itu maksudnya untuk mendapat masukan-masukan. Banyaknya masukan menunjukkan kepedulian dan perhatian masyarakat," ucapnya pada Tribunnews, Rabu (29/10).
(wk/)