BBM Naik, Tarif Seluler Indonesia Justru Turun 7 Persen
SerbaSerbi

Menkominfo menyatakan harga tarif seluler akan tetap aman meskipun operator di daerah masih menggunakan solar untuk BTS. Bagaimana bisa?

WowKeren - Harga Bahan Bakar Minyak boleh saja naik hari ini (18/11), namun setidaknya Anda tak perlu khawatir dengan biaya tarif seluler. Menurut Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), kenaikan harga BBM tak akan membuat tarif seluler naik, bahkan sebaliknya justru bisa menurun.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, memastikan tarif seluler akan tetap aman. Tarif tak akan naik meski operator di daerah-daerah menggunakan solar untuk menyokong kinerja pemancar base station (BTS). Pasalnya, solar yang digunakan para operator selama ini merupakan solar industri yang tidak bersubsidi.

Sementara itu, pengamatan sekaligus anggota komite BRTI, Muhammad Ridwan Effendi, menyatakan tarif ritel seluler secara teori bisa saja mengalami kenaikan. Hal ini mungkin terjadi mengingat biaya seluler dihitung berdasarkan tiga hal, yaitu service activation cost, originasi dan terminasi, serta margin.

"Yang pertama, tarif bisa saja naik," jelas Ridwan pada detikINET, Selasa (18/11). "Tapi pengalaman, tarif turun terus. Karena bisa jadi yang kedua dan ketiga turun, jadi total turun."


"Turun tidak banyak, tapi kalau dihitung inflasi, jadi lumayan besar," imbuhhnya. "Inflasi 6 persen, sementara tarif ritel turun 1 persen. Jadi tarif terasa turun 7 persen."

Berita buruknya, kenaikan BBM akan mempengaruhi harga jual ponsel di pasaran. Direktur Erajaya Grup, Djatmiko Wardoyo, berpendapat bahwa kenaikan BBM tentu mengakibatkan kenaikan biaya operasional, seperti logistik dan transportasi.

"Rp 2.000 itu terlihat memang tak signifikan, tapi yang diajak naik oleh Rp 2.000 itu banyak," terangnya. "Mulai dari biaya transportasi, distribusi dan lainnya. Jadi banyak yang harus diperhitungkan."

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk sabar menunggu selama 2-3 minggu ke depan untuk melihat keputusan penyesuaian harga ponsel. "Pemilik brand (principal) juga pasti akan berhitung ulang untuk penyesuaian di segala hal dan itu bakal jadi pertimbangan lagi oleh distributor saat menentukan harga jual," pungkasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!