Larangan ini diberlakukan karena pemilik toko menganggap pembeli setempat sering mencoba pakaian tapi akhirnya tidak membeli apa-apa.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 29 November 2014 - 11:56 WIB
WowKeren - Aneh-aneh saja ulah sebuah toko di Tiongkok. Pasalnya, sebuah toko pakaian di sana telah memasang tanda larangan bagi para pembeli Tionghoa. Hal itu tentu saja menyebabkan warga banyak yang protes dan tidak terima.
Toko ini memasang tanda yang bertuliskan "Warga Tionghoa tidak diakui, kecuali untuk staff". Warga menganggap tanda tersebut merupakan bagian dari rasis.
Namun, seorang asisten toko menjelaskan bahwa pembeli di sana dianggap "terlalu mengganggu". Banyak perempuan Tionghoa yang sering mencoba pakaian tapi akhirnya tidak membeli apa-apa.
Tidak hanya itu, toko tersebut juga memaksa pembeli asing untuk membayar USD 5 ribu atau sekitar Rp 60 juta. Padahal pembeli asing tersebut baru saja kehilangan dompetnya. Kejadian ini terekam dalam sebuah kamera pengawas.
Beberapa staff mengatakan bahwa larangan itu sebenarnya untuk mencegah pesaing meniru desain pakaian dari toko mereka. Sementara, seorang pakar hukum mengatakan bahwa larangan itu termasuk diskriminasi. Namun, pemilik toko dianggap tidak melanggar hukum karena larangan itu bukanlah diskriminasi rasial.
(wk/)