Warga Dunia Mengkampanyekan Hari AIDS
Nasional

Masyarakat dunia dari berbagai kalangan berpartisipasi mengkampanyekan hari AIDS yang diperingati setiap tanggal 1 Desember dengan berbagai cara.

WowKeren - Tepat tanggal 1 Desember, warga dunia diserukan untuk mengkampanyekan hari AIDS. Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatianan pada fakta bahwa puluhan juta orang menderita penyakit mematikan tersebut.

Kampanye hari AIDS dimulai sejak tahun 2008, kampanye sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan bahaya dari penyakit menular seksual ini. Banyak warga dunia berpartisipasi dalam kampanye. Mereka melakukannya dengan berbagai cara.

Di Tiongkok misalnya, aktivis AIDS membagikan kondom di kereta bawah tanah Wuhan, Hubei. Para aktivis pria berjalan digerbong dengan bertelanjang dada sedang aktivis perempuan menggunakan pakaian putih dengan bercelanan pendek dan boots.

Di India, seorang seniman pasir , Sudarsan Pattnaik, membuat simbol AIDS super besar di pantai Puri, Bhubaneswar, India. Sedangkan di Paris, Prancis, warga yang turut berpartisipasi mengkampanyekan AIDS serempak menggunkan baju berlengan warna merah. Mereka berdiri berdampingan dan menyilangkan tangan sambil bergandengan.


Lain lagi dengan di Indonesia. Beberapa daerah mengkampanyekan hari AIDS sedunia dengan cara masing-masing. Seperti di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. PNS, pelajar, ormas, LSM dan masyarakat beserta Bupati mengikuti jalan santai. Di Madiun, para mahasiswa menyuluhkan bahaya AIDS di jalanan sambil membagi bunga dan pamflet.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dari Universitas Nusa Cendana (Undana) bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengadakan lomba posting seputar penyakit AIDS. Peserta diminta untuk menuangkan ide kreatif, argumen, pendapat atau pemikiran serta foto selfie yang berkaitan dengan HIV/AIDS.

Di sisi lain, program membagikan kondom sebagai kebijakan dari Kementerian Kesehatan Indonesia masih menuai protes dari sebagain masyarakat. Mereka beraggapan bahwa hal tersebut justru akan memperbesar peluang kaum remaja melakukan hubungan seks bebas.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait