Digione mengklaim Apple meniru desain smartphone besutannya yang sudah mendapatkan hak paten sebelum rilisnya iPhone 6 dan iPhone 6 Plus, September lalu.
- Tim WowKeren
- Rabu, 03 Desember 2014 - 12:58 WIB
WowKeren - Digione baru saja membuat sensasi yang menghebohkan para fanboy Apple. Vendor asal Tiongkok itu menuduh Apple meniru desain buatan mereka yang telah dipatenkan sejak Januari 2014. Benarkah demikian?
Menurut MacWorld, Digione mengklaim perusahaan Cupertino itu telah menjiplak desain smartphone 100 Plus yang juga berlayar 5,5 inci. Digione mengaku telah mengajukan hak paten desain perangkat tersebut pada Januari 2014, lantas hak tersebut disetujui Juli 2014.
Apple sendiri baru meluncurkan iPhone 6 dan Plus pada September lalu. Jika Digione benar-benar telah mendaftarkan desainnya pada Januari, artinya ada jeda delapan bulan sebelum iPhone 6 benar-benar rilis.
Di sisi lain, Apple memang tak terlalu menanggapi tuduhan tersebut. Digione pun menjadi kesal dan akhirnya memilih jalan "keras". Mereka memposting surat keberatan pada Apple beberapa waktu lalu.
"Berdasar penyidikan, dan juga analisis dari profesional, dapat disimpulkan bahwa desain dari perangkat mobile Apple dengan nama merek 'iPhone 6', yang baru saja dirilis secara resmi, mungkin melanggar paten milik Digione," demikian tulis Digione. "Kami percaya, komunikasi dengan tujuan baik akan membantu menyelesaikan kemungkinan masalah hukum yang terjadi."
iPhone 6 dan 100 Plus sendiri sebenarnya memiliki pasar yang jauh berbeda. 100 Plus hadir untuk segmen kelas bawah dengan harga sekitar USD 130 (sekitar Rp 1,5) sedangkan iPhone 6 berada di segmen atas dengan harga sekitar Rp 13-14 jutaan. 100 Plus juga dijalankan dengan sistem operasi Android.
Ini bukan satu-satunya isu yang membuat Apple terlibat tuduhan mengenai hak paten. Sebelumnya, Apple pernah bersengketa dengan Proview perihal hak paten nama "iPad" yang mengharuskannya membayar uang damai sebesar USD 60 juta (sekitar Rp 730 miliar).
(wk/)