Keputusan itu diambil setelah melihat potensi besar di pasar perangkat lunak dan jasa.
- Tim WowKeren
- Minggu, 21 Desember 2014 - 18:09 WIB
WowKeren - Keterpurukan BlackBerry tidak berubah walau tampuk kepemimpinan perusahaan dipegang oleh Jhon Chen. Sumber informasi menyebutkan, dalam laporan terbaru penjualan produk pihak BlackBerry telah memangkas kerugian dari USD4,4 miliar menjadi USD148 juta.
Melihat kerugian yang terus berjalan ini, BlackBerry kabarnya berencana melakukan reinvents ke dalam bisnis software dan jasa. Sementara untuk manufaktur smartphone kabarnya akan menjadi proyek kedua yang disampingkan pihak BlackBerry.
Tahun lalu BlackBerry dikabarkan mengapalkan sekitar 4,3 juta smartphone dengan mayoritas OS BlackBerry 7. Namun di tahun berikutnya terjadi penurunan setengah atau sekitar 1,9 juta perangkat saja. Penjualan ini berkurang, untuk beberapa negara, seperti di kawasan Timur Tengah dan Asia Pasifik. BlackBerry pun berharap penjualan akan meningkat pada seri produk BlackBerry Klasik dan Passport.
BlackBerry mencatat ada 46% kas yang berasal dari perangkat, namun kas terbesar ada pada bagian perangkat lunak dan jasa. Melihat potensi besar ini, Jhon Chen mendorong perusahaan untuk membeli perusahaan enkripsi ponsel Secusmart.
Dengan akuisisi perusahaan keamanan ponsel tersebut, perusahaan diharapkan bisa mendapatkan keuntungan lebih dari reinvents. Jhon sendiri beranggapan, keuntungan besar dalam Platform BlackBerry Enterprise Security sendiri bisa tumbuh lebih dari 100% dalam tiga bulan terakhir.
(wk/)