Tony Fernandes mengungkap kekesalan lewat Twitter terkait pemberitaan maskapainya yang terjadi Sabtu (3/1).
- Tim WowKeren
- Senin, 05 Januari 2015 - 15:43 WIB
WowKeren - Berita lain seputar pesawat AirAsia kembali muncul. Pemberitaan tersebut mencuat lantaran adanya insiden AirAsia yang baru-baru ini terjadi di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur.
Sabtu (3/1), pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ7633 terpaksa kembali ke apron bandara di saat hampir siap untuk proses tinggal landas. Pada Senin (5/1), stasiun berita Channel News Asia melaporkan media lokal di Malaysia dan Indonesia, bahwa penyebab kejadian itu karena mesin pesawat mati.
Kesaksian penumpang kepada stasiun televisi lokal yang mendengar suara keras di dalam pesawat, membuat penumpang lainnya takut jatuhnya pesawat AirAsia terulang lagi. Raden Achmad Sadikin selaku Direktur Keselamatan dan Keamanan AirAsia Indonesia, langsung membantah hal tersebut.
"Bukan disebabkan mesin pesawat mati. Pesawat memang ingin lepas landas, tetapi unit daya tambahan (APU), yakni peralatan yang membantu untuk menyalakan mesin, tiba-tiba mati," beber Sadikin. Di tempat berbeda, Sunu Widyatmoko selaku bos AirAsia Indonesia, mengatakan bahwa setelah melewati pemeriksaan, pesawat akhirnya tiba dengan selamat di kota tujuan, Bandung.
Bos AirAsia, Tony Fernandes, kemudian mengungkapkan kekesalan melalui akun Twitternya. Tony bahkan menyebut berita tersebut sebagai hal konyol dan hanya sekedar mencari sensasi.
"Pemberitaan konyol di Malaysia. Pesawat AirAsia Indonesia tidak mengalami mati mesin. APU yang menjadi tenaga pesawat, hanya harus dinyalakan kembali," ujar Tony pada Minggu (4/1). "Fakta pasti akan muncul. Seperti yang pernah saya katakan, kami tetap tenang dan akan tetap fokus kepada keluarga penumpang. Waktu akan menunjukkan seperti apa AirAsia sesungguhnya."
Tony kemudian meminta kepada semua staf yang bekerja di maskapainya untuk tetap kuat dengan berita-berita tersebut. "Untuk semua staffku, tetaplah kuat dan fokus. Mari kita tunjukkan pada dunia, bagaimana kita bisa menjadi yang terbaik sedunia selama 6 tahun ini. Aku mencintai kalian," tutup Tony.
(wk/)