Pengacara James Healy-Pratt mengatakan bahwa keluarga bisa mendapatkan nilai kompensasi yang lebih besar melalui negosiasi.
- Tim WowKeren
- Jumat, 16 Januari 2015 - 13:49 WIB
WowKeren - Setiap korban pesawat AirAsia QZ8501 akan mendapatkan asuransi. Allianz, perusahaan asuransi yang menangani maskapai penerbangan AirAsia, dikabarkan akan memberikan uang santunan sebesar Rp 300 juta rupiah kepada 162 keluarga korban AirAsia QZ8501.
Namun rupanya angka itu disebut-sebut hanyalah separuh dari santunan yang diterima keluarga korban Malaysia Airlines MH370 yang juga ditangani oleh Allianz. Pengacara asal Inggris, James Healy-Pratt, berpendapat meski berstatus low cost carrier atau maskapai berongkos murah, AirAsia tidak seharusnya memperlakukan penumpang dan keluarga korban secara "murah".
"Ini menunjukkan perusahaan asuransi tidak memperlakukan penumpang maskapai berongkos murah atau low cost carrier sebaik penumpang maskapai mahal, seperti Malaysia Airlines," katanya. Menurut James, bos AirAsia yakni Tony Fernandes seharusnya bergerak cepat dengan segera memberikan santunan tambahan kepada keluarga korban.
Meskipun demikian, James mengatakan bahwa keluarga korban bisa mendapatkan nilai kompensasi yang lebih besar melalui negosiasi. Ia merujuk pada kasus kecelakaan pesawat Adam Air yang terjadi pada 2007 lalu. Waktu itu, seluruh keluarga korban pesawat mendapatkan santunan sebesar USD 400 ribu atau sekitar Rp 5 miliar.
Sementara itu, juru bicara Allianz di London menolak berkomentar terkait nilai santunan keluarga korban AirAsia QZ8501. Namun mereka berjanji akan memenuhi kewajiban menyantuni seluruh korban.
"Pembayaran ini bukanlah nilai final. Ini hanyalah bantuan awal buat para keluarga dalam menghadapi masa sulit seperti sekarang," ujar juru bicara Allianz. "Kami setuju membicarakan soal kompensasi ini dengan pihak-pihak yang terlibat."
(wk/)