Pihak DreamWorks menyatakan alasan inilah yang membuat mereka harus merumahkan 500 karyawan.
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 Januari 2015 - 20:22 WIB
WowKeren - Rumah produksi DreamWorks Animation tengah ditempa rumor mengalami kebangkrutan, seiring dengan meruginya studio ini dalam beberapa tahun terakhir. Untuk tahun ini, mereka harus membatalkan 2 film yang awalnya direncanakan 3 film bakal dirilis di tahun ini.
Selain itu, mereka juga merumahkan sekitar 500 pekerja di perusahaan mereka. Alih-alih bangkrut, DreamWorks lebih suka menyebutnya sebagai "upaya mencari bakat dan sumber kreatif lebih banyak lagi dan menaikkan kemampuan mendatangkan keuntungan", dilansir Deadline.
Bonnie Arnold dan Mireille Soria telah ditunjuk sebagai Co-Presidents of Feature Animation at Dreamworks yang baru dan mereka dituntut untuk mampu mengubah studio demi masa depan. Vice Chairman Lew Coleman sendiri akan pensiun tahun ini, diikuti oleh COO Mark Zoradi dan Chief Marketing Dawn Taubin.
"Rise of the Guardians" disebut-sebut sebagai penyebab krisis ini, selain film "Turbo" dan "Mr. Peabody & Sherman". Ketiganya telah merugikan studio sebesar USD 153 juta atau setara Rp 1,5 triliun karena gagal di box office.
DreamWorks pun hanya bisa berharap mereka akan mampu meraih keuntungan dengan film "Home" yang akan mulai diputar pada 27 Maret mendatang.
(wk/)