Info grafis kronologi akan menerangkan detik-detik terakhir yang dialami oleh pesawat AirAsia QZ8501.
- Tim WowKeren
- Selasa, 27 Januari 2015 - 07:44 WIB
WowKeren - Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, mengungkapkan keterangan kronologi terkait jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada 28 Desember 2014 lalu. Keterangan yang diberikan oleh Ignasius berdasarkan data dari Kemenhub.
Data-data tersebut dibuat grafis kronologi kejadiannya oleh situs berita Reuters. Info grafis tersebut akan menerangkan detik-detik terakhir yang dialami oleh pesawat Airbus A320 milik maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 itu.
Pukul 06.12 WIB, pilot Iriyanto meminta izin kepada petugas lalu lintas udara (ATC) Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, untuk menaikkan ketinggian jelajah dari 32 ribu kaki ke 38 ribu kaki setelah 40 menit take off. Pukul 06.14 WIB, setelah ATC memberikan izin untuk menaikkan ketinggian, pilot atau kopilot tidak memberikan respon balasan atas izin yang diberikan (readback).
Petugas ATC pun mulai kehilangan kontak dengan AirAsia QZ8501 dan mencoba menghubungi pesawat tersebut sebanyak delapan kali. Pukul 06.17.24 WIB, pesawat terus menanjak dengan kecepatan vertikal yang tak lazim yakni naik dari ketinggian 32 ribu kaki ke ketinggian 36 ribu kaki dalam waktu 17 detik. Tingkat kenaikan seperti itu tidak lazim dilakukan pesawat penumpang saat berada di ketinggian jelajah.
Pukul 06.17.54 WIB, dengan kecepatan seperti itu maka umumnya pesawat akan mengalami stall (kehilangan daya angkat). Pukul 06.18 WIB pesawat AirAsia QZ8501 mulai jatuh dengan kecepatan awal 1.500 kaki dalam waktu enam detik. Data yang berisi informasi heading (arah), menunjukkan bahwa pesawat jatuh secara spiral atau sambil berputar.
Sementara itu pada pukul 07.08 WIB, pesawat dinyatakan dalam fase INCERFA, ALERFA, dan DETRESFA. Tahap-tahap tersebut menyatakan bahwa pesawat AirAsia QZ8501 resmi dinyatakan hilang setelah petugas ATC Bandara Soekarno Hatta, Jakarta berulang kali mencoba melakukan kontak. Pukul 10.41 WIB, pihak AirAsia menyatakan bahwa pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang dan pencarian pun dimulai.
Penyebab kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 sendiri masih belum bisa diketahui hingga penyelidikan kotak hitam oleh KNKT telah selesai dilakukan. Pemindahan badan pesawat AirAsia QZ8501 dan pencarian korban pun sampai saat ini belum selesai dilakukan Basarnas.
(wk/)