Afgan meminta agar pemerintah benar-benar serius memberantas pembajakan dan belajar memajukan musik Indonesia dari Korea.
- Tim WowKeren
- Selasa, 24 Februari 2015 - 18:02 WIB
WowKeren - Masalah klasik industri musik Tanah Air ialah memberantas pembajakan. Hingga saat ini para musisi kerap merasa dirugikan dan tak mendapat perlindungan hukum atas karya ciptanya yang diperbanyak dan disebarluaskan tanpa izin.
Afgan Syahreza selaku duta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) mengungkapkan masalah pembajakan membuat musisi malas membuat karya berkualitas. Bahkan sebagian dari mereka beralih menekuni bidang lain diluar musik. "Pembajakan itu masih jadi isu sentral yang aku dan teman-teman sesama musisi rasain," tuturnya.
Solois yang baru saja sukses menggelar konser perdananya ini, ingin Indonesia bisa belajar dari Korea Selatan untuk mengembangkan industri musik. Budaya K-Pop yang bisa mendunia saat ini merupakan hasil kerjasama yang solid antara musisi dan pemerintah. Para penguasa di Negeri Gingseng tersebut memberikan dorongan dan perlindungan untuk seniman agar menciptakan karya berkualitas hingga maju pesat.
"Indonesia itu surga musik sebenarnya karena memiliki beragam budaya. Kita bisa belajar dari Korea agar bisa mendunia," terangnya. "Untuk itu, aku meminta pemerintah lebih memperhatikan musisi. Musik itu aset negara loh."
Sebelumnya, Afgan meluncurkan sebuah single bertajuk "Knock Me Out" beberapa hari usai konser perdana. Penyanyi berusia 25 tahun tersebut juga sempat mengaku ingin berkolaborasi bareng musisi kenamaan Inggris, Adele.
(wk/)