Mumford & Sons dan Lily Allen juga beranggapan Tidal hanya diperuntukkan untuk artis-artis papan atas.
- Tim WowKeren
- Selasa, 14 April 2015 - 08:29 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Jay-Z meluncurkan situs streaming musik miliknya yang diberi nama Tidal. Situs tersebut pun mendapat dukungan dari sederet musisi tenar, seperti Madonna, Rihanna, Coldplay dan Beyonce Knowles.
Namun, tampaknya Mumford & Sons tidak setuju dengan adanya situs layanan musik dan video tersebut. Mereka merasa Tidal hanya diperuntukkan bagi penyanyi dan band-band besar.
"Kami tak akan bergabung, jika mereka meminta sekalipun. Kami tak mau masuk dalam 'suku' mereka," kata sang vokalis, Marcus Mumford. "Aku pikir band-band kecil harus dibayar lebih untuk itu. Band yang lebih besar punya cara lain untuk membuat uang, jadi aku rasa mereka tak perlu mengeluh."
"Ketika mereka bilang itu (Tidal) adalah milik artis, itu adalah milik artis yang kaya, yang memiliki banyak uang," lanjut Marcus. "Kami ingin orang-orang mendengarkan musik kami dengan cara mereka yang paling nyaman. Dan jika mereka tidak ingin untuk membayar itu, aku tidak masalah."
Gitaris dalam band tersebut, Winston Marshall, juga sempat menyindir si pelantun "Blank Space". "Kami tak mau seperti Taylor Swift yang sempat anti dan akhirnya mau (bergabung)," pungkasnya.
Senada dengan Mumford & Sons, Lily Allen juga menganggap Tidal terlalu mahal. Penyanyi asal Inggris itu mengatakan, itu akan membuat orang-orang kembali ke situs untuk musik bajakan.
"Aku suka sekali dengan Jay-Z, tapi Tidal itu sangat mahal dibandingkan situs streaming musik lainnya," keluh Lily. "Ia mengambil artis-artis papan atas dan membuat mereka eksklusif untuk Tidal. Itu akan membuat orang-orang kembali ke situs musik bajakan."
(wk/)