Bakwan Udang dan Tahu Gejrot Jadi Menu Tradisional untuk Tamu Asing di KAA
Nasional

Indonesia menyambut para delegasi dari berbagai negara dengan menu makanan tradisional.

WowKeren - Pertemuan Konferensi Asia Afrika ke 60 telah dimulai sejak hari Minggu (19/4) kemarin. Dalam KAA kali ini, Indonesia memilih menu makanan tradisional sebagai pilihan utama. Hal itu bertujuan untuk mengenalkan keragaman makanan tradisional di Indonesia.

Direktur Katering Balai Sidang Jakarta Convention Center, M Sulaeman Nur mengatakan bahwa dirinya telah menyiapkan porsi makanan sebanyak dua ribu porsi. Dalam menu kali ini, Indonesia menyuguhkan sekitar 80 persen menu tradisional.

"Menu makanan internasional tetap disajikan, tapi sedikit. Total menu tradisional sekitar 80 persen," kata Sulaeman. Menurutnya, permintaan sejak awal pihak penyelenggara adalah disajikannya menu tradisional. Makanan pembuka, main course, dan makanan penutup pun disediakan dalam bentuk menu tradisional.


Mie juhi, bakwan udang, tahu gejrot dan rujak disajikan sebagai makanan pembuka. Sedangkan ikan bakar colo-colo, gulai daging sapi, ayam bakar Padang hingga nasi kuning disediakan untuk main course. Pihak katering sendiri menyajikan otak-otak, tekwan dan klappertaart untuk makanan penutup.

Sulaeman mengungkapkan pihak katering menyediakan makanan internasional dengan persentase sekitar 20 persen. Ia mencontohkan dalam menu prasmanan, mereka juga menyediakan grilled seafood salad, beef pastrami dan pasta selection serta beef sirloin roulade.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!