Simak Kisah Menegangkan Relawan Saat Angkat Jenazah Eri Yunanto di Merapi
Nasional

Relawan ini mengungkap kisahnya saat berusaha mengevakuasi jenazah Eri Yunanto, pendaki asal Yogyakarta.

WowKeren - Jenazah Eri Yunanto yang jatuh ke kawah Merapi pada Sabtu (16/5) lalu, telah berhasil dievakuasi pada Selasa (19/5) siang. Berbagai tantangan seperti medan terjal, suhu di kawah Merapi serta gas beracun, menjadi ancaman yang bisa menyulitkan tim SAR dan sejumlah orang termasuk komunitas pecinta alam.

Bakat Setiawan merupakan salah satu dari 6 orang yang ikut turun mengevakuasi Eri. Pria yang akrab disapa Lahar ini turun bersama Endro Sambodo, sedangkan empat tim lainnya bertugas sebagai back-up dari blank spot 50. Lahar pun mengungkap kisahnya saat berusaha mengangkat jenazah Eri.

"Selama operasi, kami mendapat dukungan dari tim yang ada di atas. Komunikasi kami lakukan terus melalui handy talky, sementara itu di bawah saya tetap berkomunikasi dengan Endro," beber Lahar. "Saya memakai baju biasa dan hanya mengenakan sepatu biasa. Sebab kalau sepatu tahan api pasti berat."

"Melaksanakan operasi tidak boleh gugup, kalau gugup bisa jadi kita yang gantian dievakuasi," ujar Lahar yang mengungkap kalau ini merupakan pengalaman pertamanya dalam menyelamatkan jenazah. "Adapun saat masuk ke kawah suhunya sekitar 37 derajat celcius sehingga cukup aman dalam melakukan operasi."


Lahar lalu mengungkap bahwa mereka menemukan jenazah Eri dalam kondisi utuh dan tengkurap. "Kemudian saya mengecek dompet yang ada di sakunya, setelah saya pastikan identik, maka saya langsung menaikkan korban," tutup Lahar.

Di lain sisi, Endro Sambodo merasa kalau keberhasilan mereka mengevakuasi jenazah Eri mendapat campur tangan Tuhan. Pria berusia 31 tahun itu bercerita kalau saat menuruni kawah, suhu dan tekanan gas tiba-tiba menjadi normal.

"Ketika saya coba copot maskernya, oksigen normal, gas tidak ada dan suhunya terbilang normal bagi ukuran kawah," ungkap Endro. Namun, setelah packing dan menempatkan jenazah pada ketinggian 50 meter dari dasar kawah, tiba-tiba terjadi perubahan suhu.

"Ketika kami berdua naik, suhu melonjak hingga ratusan derajat celcius dan konsentrasi gas mulai meningkat. Untung tenang gasnya, tidak sampai naik ke atas," tutup Endro Sambodo. "Ini namanya 99 keberuntungan dan satu persen kemampuan. Inilah yang saya maksud campur tangan Tuhan."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!