Kenapa pecahan uang terbesar jadi sasaran empuk yang disenangi pelaku pemalsuan uang?
- Tim WowKeren
- Selasa, 23 Juni 2015 - 13:04 WIB
WowKeren - Momen lebaran biasanya dimanfaatkan sanak saudara untuk berbagi rezeki. Tak ingin melewatkan peluang ini, banyak orang bakal membuat uang palsu dengan nominal besar. Kenapa?
Menurut pakar Mata Uang Rully Nova, pemalsu uang paling senang mengedarkan uang dengan nominal besar, yaitu Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Ini karena bahan baku bernilai jauh lebih banyak dengan semakin besar nominal uang.
"Yang sering dipalsukan itu yang nilainya besar karena akan jauh lebih hemat. Bahan baku yang sama dan nilai yang besar pasti punya keuntungan lebih besar," ucapnya pada merdeka.com. "Tetapi Rp 50.000 yang paling banyak, kalau Rp 100.000 mungkin ada tetapi jarang digunakan oleh masyarakat.
Hal ini sejalan dengan penuturan Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs. Menurut Peter, uang palsu yang paling marak beredar adalah pecahan dengan nominal terbesar. "Yang kami temukan memang pecahannya uang Rp 50.000 hingga Rp 100.000," kata Peter.
Data BI sendiri menunjukkan bahwa peredaran uang palsu bersifat musiman. "Ada musim-musim tertentu itu yang di mana peredaran uang palsu sangat marak, yaitu lebaran dan Pilkada," jelas Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo.
Untuk itu, BI berjanji bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan seluruh pihak untuk mengurangi peredaran uang palsu. Diantaranya termasuk UKM dan kepolisian.
(wk/)