Parah, di Meksiko Wanita Berkelahi Hingga Berdarah untuk Panggil Hujan
Nasional

Darah dari perkelahian itu kemudian dikumpulkan dalam ember untuk menyirami kebun yang dipercaya bisa menyuburkan buah dan sayuran.

WowKeren - Setiap daerah memiliki kepercayaannya sendiri-sendiri untuk ritual memanggil hujan. Namun, ritual yang dilakukan di Meksiko ini nampaknya tak mudah dilakukan bagi kaum wanita.

Di desa Nahua, Guerrero, Meksiko, ritual tersebut dilakukan dengan perkelahian antar wanita hingga berdarah-darah. Nantinya, darah itu akan dikumpulkan dalam ember dan dibuat untuk menyirami perkebunan.

Selain bisa menurunkan hujan, mereka juga percaya jika darah tersebut bisa menyuburkan buah dan sayuran yang ada di kebun. Ritual aneh ini dilakukan penduduk setempat pada bulan Mei setiap tahunnya.

Pertama-tama, para wanita membuat berbagai macam makanan dan membawanya ke tempat "adu jotos" tersebut dilakukan di sebuah lapangan. Ketika semua orang telah datang, para wanita mulai mencari lawan yang seimbang untuk ditantang. Biasanya, wanita yang lebih tua menantang yang lebih muda untuk masuk dalam "ring tinju".


Wanita-wanita itu tak peduli dengan kemenangan. Yang mereka pedulikan hanyalah darah yang harus dikumpulkan. Namun, mengapa harus wanita yang berkelahi? Dilansir dari VICE Magazine, para laki-laki sedang sibuk mengurusi kebun masing-masing. Jadi, hanya wanita dan anak-anak yang menghadiri ritual tersebut.

"Ritual ini berasal dari masa panen jagung zaman dulu," ujar Prof. David Delgado dari Chapingo University yang telah belajar 12 tahun tentang tradisi perayaan panen. "Orang-orang di sini membentuk tiga kelompok masyarakat dan jika salah satu dari mereka mengusik ladang kelompok lain, mereka akan berkelahi. Karena itu, mereka percaya jika Dewa Tlaloc (suku Aztec) mengambil hujan darinya."

"Dua dari kelompok itu akhirnya membuat kontes siapa yang bisa mengambil hujan kembali dari Tlaloc," lanjut Prof. David. "Jadi, mereka naik ke bukit namun kembali berkelahi. Dan perkelahian itu dipertahankan hingga sekarang. Mereka percaya, tiap tetes darah adalah tetesan air dan tradisi ini terus berlanjut."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!