Pihak TNI menyebutkan empat spekulasi, mulai dari masalah mesin hingga usia pesawat Hercules yang sudah terlalu tua.
- Tim WowKeren
- Jumat, 03 Juli 2015 - 10:10 WIB
WowKeren - Jatuhnya pesawat Hercules C130 di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6) lalu menjadi duka yang mendalam bagi warga Indonesia. Diperkirakan sekitar ratusan korban telah tewas dalam tragedi nahas tersebut.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengungkapkan, butuh waktu dua minggu untuk melakukan penyelidikan tentang kecelakaan ini. "Dua minggu karena harus lebih detil. Kemarin kita kirim tim dari Mabes TNI untuk melihat dari sisi nonteknis (prosedur, mekanisme dan operasionalnya) apa yang salah dari sisi itu, protapnya dijalankan atau tidak," ujar Moeldoko, Kamis (2/7) kemarin.
Meskipun belum ada hasil penyelidikan resmi, berbagai spekulasi yang mengakibatkan jatuhnya Hercules telah muncul ke permukaan. Salah satunya, adanya masalah mesin yang terjadi saat Hercules mengudara.
"Diperkirakan ada masalah di mesin nomor empat paling kanan paling luar. Yang sebenarnya hal itu dapat diperbaiki," ungkap Kepala Dinas Penerbangan TNI AU Marsma Dwi Badarmanto. "Temuan sementara, pesawat baru take off dan belum mencapai kecepatan yang cukup, salah satu mesin mati, oleng ke kanan," tambah Panglima Komando Operasi I TNI AU Marsekal Muda Agus Dwi Putranto.
Dwi juga mengungkapkan, adanya antena di rumah-rumah setempat juga bisa menjadi penyebab kecelakaan tersebut. "Ada permasalahan lingkungan bandara karena ada orang bangun antena seenaknya. Berdiri antena tinggi yang bisa menabrak pesawat. Idealnya pangkalan TNI, ring paling luar harus 5 km. Di Medan kira-kira hanya 4 km," ucapnya.
Selain itu, penyebab diduga dari kelebihan kapasitas. Pasalnya, Hercules C130 membawa ratusan penumpang seberat 6-7 ton, sedangkan pesawatnya mempunyai berat 12,5 ton. Padahal, untuk logistiknya sendiri Agus mengatakan hanya berupa beberapa amunisi.
Terakhir, umur pesawat yang sudah terlalu tua juga diduga menjadi penyebabnya. Komandan Lanud Abdul Rachman Saleh Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto menyebutkan, Hercules mempunyai kemampuan terbang maksimal 3600 jam dan pesawat yang jatuh di medan hanya mempunyai sisa 74 jam.
(wk/)