Padahal, Cecil merupakan singa favorit publik lantaran menjadi ikon alam liar Zimbabwe.
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 Juli 2015 - 20:43 WIB
WowKeren - Kabar mengejutkan datang dari seorang dokter gigi asal Amerika. Dokter gigi ini mengaku telah membunuh singa Cecil yang berasal dari Zimbabwe. Padahal, Cecil merupakan salah satu singa yang menjadi favorit publik lantaran merupakan ikon alam liar Zimbabwe.
Walter James Palmer mengaku membunuh Cecil dengan busur panah pada 1 Juli lalu. Dokter gigi asal Minnessota, Amerika Serikat tersebut, mengatakan ia tak tahu menahu kalau Cecil adalah singa yang populer.
"Aku tidak tahu bahwa singa yang kubunuh adalah singa terkenal," ujar Palmer. "Auu tak tahu Cecil itu singa kesayangan warga lokal serta bagian dari penelitian sampai aku selesai melakukan perburuan."
Singa Cecil mati usai 40 jam tertembak panah. Yang lebih mengejutkan lagi, ketika tewas, Palmer juga tega menguliti dan memenggal kepala Cecil untuk dijadikan sebagai 'trofi' perburuan. Sayangnya, hingga saat ini kepala Cecil yang sempat hilang usai dipenggal juga masih belum ditemukan.
Usut punya usut, Palmer menyewa 2 pemburu dari Zimbabwe yang ternyata juga pemilik taman olahraga berburu. Theo Bronkhorst dan Honest Ndlov dibayar sebesar 50 ribu Dollar (setara Rp 672 juta) untuk melacak singa cantik yang identik dengan surai yang berwarna kehitaman ini.
"Aku mengandalkan keahlian dari pemandu profesional lokalku untuk memastikan perburuan yang sah," ujar Palmer seakan membela diri. Dalam kasus ini, 2 orang pemandu Palmer juga ikut ditahan dan siap diadili.
Di lain sisi, pemerintah Zimbabwe menganggap perburuan tersebut tidak terdaftar. Pemerintah Zimbabwe menegaskan kalau singa bukan termasuk satwa yang terdaftar untuk bisa diburu.
Berusaha menenangkan netter, Palmer berjanji akan bekerja sama dalam penyelidikan, walau aparat di Zimbabwe dan AS belum menghubunginya. Namun, hingga sekarang keberadaan Palmer masih belum diketahui.
"Aku akan membantu menjawab semua pertanyaan dari mereka," ujar Palmer. "Sekali lagi, aku sangat menyesal bahwa aktivitas yang kucintai dan lakukan secara bertanggung jawab dan sah ini pada akhirnya merenggut nyawa singa tersebut."
Sementara itu, 2008 lalu Palmer juga sempat terancam dipenjara gara-gara berbohong telah membunuh beruang di Wisconsin. Sedangkan pada 2009, Palmer menembak seekor elk raksasa dengan busur dan panah.
(wk/)