Lincoln Cannon, Presiden Mormon Transhumanist Association percaya robot akan memeluk agama dalam waktu tak lama lagi.
- Tim WowKeren
- Jumat, 07 Agustus 2015 - 12:45 WIB
WowKeren - Terciptanya Artificial Intelligent/ AI kemungkinan akan segera terwujud dalam hitungan tahun. Kala beberapa ilmuwan mengkhawatirkan potensi bahayanya, Lincoln Cannon, Presiden Mormon Transhumanist Association justru percaya robot akan bisa menjadi pemeluk agama suatu hari nanti.
Lincoln menyatakan bahwa dalam ilmu komputer, tidak ada hukum yang melarang pengembangan perangkat lunak untuk memiliki sentuhan keyakinan regilius. Namun jika hal itu dilakukan, maka akan ada kritik dari kalangan anti-agama. "Tentu saja ada beberapa suara naif di antara pemeluk anti-agama yang akan membayangkan ketidaksesuaian antara mesin intelijen dan keyakinan agama," ucapnya.
John Messerly menambahkan bahwa sebenarnya manusia bisa membuat robot mempercayai apapun. "Aku berasumsi kau bisa memprogram AI untuk 'mempercayai' hampir semua hal," katanya.
Namun Lincoln tak menutup kemungkinan bahwa superintelijen regilius bisa menjadi superintelijen terburuk sekaligus yang terbaik. Sementara itu, Marvin Minsky, profesor di MIT sekaligus pelopor bidang AI mengatakan ada kemungkinan menciptakan robot yang memiliki jiwa dan bisa bekerja dengan standar etika.
Namun kekhawatiran baru justru muncul jika para robot memiliki jiwa. Robot malah bisa menambah konflik di atas dunia. "Dalam semua kemungkinan, jika Android cenderung jadi sangat liberal, mereka dengan cepat akan memproklamirkan diri dalam liberalisme atau fundamentalise dan bahkan menolaknya," jelas James McGrath, pakar teologi Kristen dalam esai Robots, Rights, and Religion.
Bagaimana pendapat Anda? Haruskan superintelijen religius dibuat untuk hidup berdampingan dengan manusia?
(wk/)