Yoga Aditia yang juga menjadi korban, menceritakan bagaimana peristiwa itu terjadi.
- Tim WowKeren
- Kamis, 13 Agustus 2015 - 09:00 WIB
WowKeren - Dua orang pendaki dilaporkan tertimpa batu besar yang jatuh dari puncak Gunung Semeru pada Rabu (12/8). Satu orang tewas dan lainnya mengalami patah kaki.
Dania Agustina, pendaki asal Sukabumi, mengalami luka pada bagian kepala dan patah kaki kiri dan meninggal dunia di peristiwa ini. Sedangkan korban lainnya yang terluka diketahui atas nama M Rendika, warga Deli Serdang, Sumut.
Yoga Aditia, adik M Rendika yang juga menjadi korban, kemudian menceritakan bagaimana kronologi insiden tersebut. Seperti dilansir dari liputan6, Yoga yang mengalami patah tulang pada kaki kanan, mengungkap kalau kejadiannya berlangsung sangat cepat.
"Saat itu kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba ada pendaki di atas kami yang berteriak batu jatuh," kata Yoga di RS Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur. Diceritakan Yoga, ia dan kakaknya serta rombongan besar pendaki meneruskan perjalanan ke puncak pada Rabu (12/8) dini hari. Saat itu, perjalanan menuju puncak sudah padat dengan pendaki.
"Mungkin saat itu sudah ada sekitar 200 pendaki yang berjalan beriringan menuju puncak," tambah Yoga. "Satu di antara pendaki yang berjalan beriringan dengan kami itu ya korban Dania. Saya tak mengenalnya karena kami berbeda rombongan."
Saat sudah dekat dengan puncak Semeru, diduga ada seorang pendaki yang salah menginjak dan menyebabkan bongkahan batu besar jatuh ke bawah. Batu menggelinding dengan cepat dan sekumpulan para pendaki menghindar dengan mengambil posisi ke sebelah kanan.
"Kami perkirakan batu itu akan jatuh ke arah kiri, tapi batu itu menghantam tebing dan terbelah jadi dua lalu memantul ke arah kanan menimpa kami," cerita Yoga. Dania yang rupanya sedang dalam posisi duduk beristirahat tak siap menghindari batu itu dan meninggal setelah batu menghantam kepalanya.
"Korban saat itu sepertinya sudah dalam posisi tak kuat menuju puncak, tapi terus disemangati oleh kawannya agar melanjutkan perjalanan," tutup Yoga. "Dia dalam posisi tak siap saat batu itu jatuh dari atas."
Sementara itu, usai kejadian, para pendaki menghentikan perjalanan. Mereka sepakat turun membawa jenazah Dania dengan membuat tandu memakai peralatan seadanya.
(wk/)