Nyawa Tae Hyun dan para pasien rumah sakit tersebut juga terancam karena ulah seorang pasien bernama Hae In.
- Tim WowKeren
- Jumat, 14 Agustus 2015 - 20:09 WIB
WowKeren - Drama "Yongpalyi" telah memasuki episode 4. Kali ini, kedua pemeran utamanya yakni Kim Tae Hyun (Joo Won) dan Han Yeo Jin (Kim Tae Hee) mulai dipertemukan. Sebenarnya, ini bukanlah pertemuan pertama Tae Hyun dan Yeo Jin. Sebelumnya, Tae Hyun tanpa sengaja pernah memergoki Yeo Jin yang ingin bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri dengan pisau.
Melihat Yeo Jin, Tae Hyun diminta untuk mendiagnosa penyakitnya. Ia dengan mantap mengatakan Yeo Jin menderita penyakit PVC. Penyakit ini membuat penderitanya seperti putri tidur. Selain itu, diketahui pula bahwa Yeo Jin adalah pemilik saham terbesar di Hanshin Grup. Jika dirinya tak sedang dalam keadaan koma karena penyakit tersebut, tentunya Yeo Jin akan menjadi ketua dari Hanshin Grup.
Tae Hyun pun akhirnya menyetujui untuk menjadi dokter pribadi Yeo Jin. Ia dilarang keras untuk mengatakan apa saja yang terjadi di ruangan tersebut kepada orang lain. Jika Tae Hyun sampai melakukan hal tersebut, maka atasannya tak segan-segan untuk mencelakai dirinya dan adik perempuannya. Kemudian, tak lama telepon Tae Hyun pun berdering. Rupanya, hal ini justru membawa kabar yang baik untuk Tae Hyun dan adiknya, So Hyun.
So Hyun akan segera melakukan transplantasi ginjal. Tae Hyun yang bahagia mendengar kabar tersebut langsung menelepon So Hyun untuk memberitakan kabar bahagia tersebut. Saking senangnya, ia bahkan menawarkan untuk membawakan makanan yang enak untuk adiknya. Namun, tawaran tersebut ditolak. So Hyun justru menyuruh kakaknya agar menghemat uangnya dan tak perlu menghambur-hamburkannya untuk hal yang tak penting.
Sementara itu, saat sedang duduk di ruangannya, tiba-tiba saja ia didatangi oleh seorang wanita. Wanita tersebut dengan santai merokok di ruangannya. Namun, siapa yang menyangka jika wanita itu ternyata adalah istri dari direktur rumah sakit tempat Tae Hyun bekerja. Betapa kagetnya ia saat mengetahui hal tersebut.
Kemudian, Tae Hyun yang sudah menyetujui untuk menjadi dokter bagi "klien" khusus di rumah sakit tempatnya bekerja mulai menjalankan tugas pertamanya. Ia diajak atasannya untuk mulai menyapa para "klien" khusus dan mengecek luka di tubuh masing-masing "klien" tersebut. Bahkan ada salah satu "klien" yang tampak menyeramkan seperti seorang gangster.
Rupanya, pria dengan penampilan seperti gangster itu adalah salah satu pasien Tae Hyun sebelumnya. "Tidakkah kamu ingin bertanya padaku darimana aku mendapatkan luka ini," tanya pria tersebut sambil melirik pada Tae Hyun. "Seseorang tahu dengan betul saat pertama kali melihatnya. Dari pertama aku melihatmu, aku tahu kamu bukanlah dokter biasa. Tapi, aku benar-benar tidak tahu kalau kamu bekerja di rumah sakit sebesar ini."
Tae Hyun sendiri tampak ogah-ogahan melihat pria tersebut. Ia bahkan berbicara dengan nada santai dan tak sopan sampai-sampai ditegur oleh asisten sang pria gangster. "Sudahlah tidak apa-apa. Itu adalah ekspresi bahagianya karena bisa berjumpa lagi dengan kita. Yong Pal, sekali kamu melihat seorang pasien maka kamu harus bertanggung jawab mengurusnya hingga akhir," ucap pria berkepala botak itu.
Kemudian, Tae Hyun pun menuju ruangan tempat Yeo Jin dirawat untuk memeriksa keadaannya. Di ruangan tersebut, ia berbicara dengan tubuh Yeo Jin yang terbaring koma. Tae Hyun tahu Yeo Jin dapat mendengar apa yang dikatakannya kendati saat ini ia sedang koma. Yeo Jin sendiri yang masih belum sadar terus berteriak-teriak di dalam alam bawah sadarnya. Tae Hyun yang tadinya ingin pergi dari ruangan tersebut akhirnya mengurungkan niatnya.
Ia mencoba untuk mengecek seberapa sensitif tubuh Yeo Jin terhadap geli. Tae Hyun menggelitik kaki Yeo Jin dan melihat respon gadis tersebut. Tiba-tiba saja mata dan kaki Yeo Jin perlahan-lahan mulai bergerak. Sayangnya, tindakan Tae Hyun tersebut dipergoki oleh suster yang bertugas mengawasi Yeo Jin. Tae Hyun pun beralasan bahwa dirinya hanya ingin mengecek perkembangan tubuh Yeo Jin.
"Dia memiliki refleks yang cukup sensitif. Sudah berapa lama dia koma?" tanyanya. "Kamu tidak perlu mengetahuinya," ucap suster tersebut dingin. Suster tersebut bahkan merendahkan Tae Hyun dengan mengatakan bahwa dirinya tak pantas disebut dengan dokter. Terlebih karena dirinya yang memiliki profesi sampingan sebagai dokter yang menerima panggilan dari para penjahat dan gangster untuk mengobati luka mereka.
Sementara itu, istri direktur rumah sakit lagi-lagi mendatangi ruangan Tae Hyun. Ia meminta Tae Hyun untuk mengizinkannya menjenguk Yeo Jin. "Yeo Jin sedang dalam bahaya," katanya. Tae Hyun yang kebingungan pun bertanya-tanya apa maksud dari perkataan istri direktur tersebut. Namun, tiba-tiba saja, pengawal langsung datang ke ruangan Tae Hyun dan menyuruhnya untuk mengevakuasi para "klien" dan tamu VVIP rumah sakit tersebut.
Tae Hyun pun langsung bergegas ke ruangan Yeo Jin untuk membantunya keluar dari rumah sakit. Setelah Yeo Jin berhasil dievakuasi, ia tiba-tiba mendapat telepon dari So Hyun. So Hyun bertanya kemana Tae Hyun saat ini padahal ia telah bersiap di rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Tae Hyun yang mendengar hal tersebut seketika sadar bahwa adiknya dalam bahaya. So Hyun harus segera keluar dari rumah sakit dan dievakuasi. Ini semua karena ulah seorang pasien bernama Hae In yang berniat meledakkan rumah sakit dengan gas radiasi.
Tae Hyun berusaha membujuk Hae In untuk membatalkan niatnya. Hae In yang awalnya tak ingin mendengar perkataan Tae Hyun akhirnya mulai percaya setelah Tae Hyun menceritakan kisah keluarganya. Bagaimana kondisi keluarganya yang memiliki ayah seorang gangster dan suka memukuli ibunya. Ibu Tae Hyun sendiri diketahui tewas dalam kecelakaan pada saat Tae Hyun masih magang di rumah sakit sehingga dirinya tak bisa berbuat apa-apa.
"Kamu tidak boleh membiarkan orang lain yang tak bersalah di rumah sakit ini harus mati sia-sia karena kebencianmu pada pria tersebut. Kamu tidak bisa mengorbankan orang yang tak bersalah hanya karena ingin membunuh pria itu," kata Tae Hyun. Hae In pun akhirnya mau mendengar perkataan Tae Hyun. Namun, ketika Hae In akan pergi, tiba-tiba saja pintu terkunci dan gas radiasi mulai keluar di tempat tersebut.
Tae Hyun akhirnya masuk ke ruangan yang penuh dengan gas radiasi tersebut demi menolong Hae In meski ia tahu hal tersebut akan membahayakan nyawanya. Usai mengeluarkan Hae In dari tempat itu, Tae Hyun kembali lagi untuk mematikan sistem keamanan di tempat tersebut. Ia sempat pingsan karena menghirup terlalu banyak gas radiasi, namun beberapa pengawal langsung menolong Tae Hyun.
"Bagaimana So Hyun? Apakah Hae In baik-baik saja," kata Tae Hyun sesaat setelah sadar dari pingsannya. Pengawal pun mengatakan bahwa keduanya baik-baik saja dan sudah ditangani dengan baik oleh dokter lain. Tae Hyun pun langsung berlari untuk bertemu dengan So Hyun. "Oppa, mengapa kamu tergesa-gesa seperti itu? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya So Hyun.
Sementara itu, setelah pergi menemui So Hyun, Tae Hyun tak sengaja bertemu dengan pria yang membuat Hae In sampai berniat untuk menghancurkan rumah sakit. Sontak, ia langsung menghajar pria tersebut di depan semua orang. "Wah, sekarang dia benar-benar terlihat seperti Yong Pal," kata si pria gangster berkepala botak.
Kemudian, tak lama setelah itu, Tae Hyun pun tiba-tiba menerima telepon dari seseorang. Pria tersebut meminta Tae Hyun untuk segera membayar utangnya. Ia meminta waktu kepada pria tersebut karena tak bisa melakukan kerja paruh waktu di situasinya yang sekarang ini. "Apakah aku harus memberimu uang?" ucap Yeo Jin yang tiba-tiba terbangun dari komanya.
(wk/)