Gedung ITS Tempat Dosen Unair Bunuh Diri Ternyata Area Terlarang
SerbaSerbi

Gedung itu sedang dalam tahap pengerjaan yang dimulai sejak Juli 2015 lalu.

WowKeren - Kamis (24/9) kemarin, seorang dosen Universitas Airlangga yang bergelar profesor ditemukan meninggal di kawasan FMIPA tower di Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS). Belakangan diketahui bahwa gedung tersebut sebenarnya merupakan area terlarang.

Salah satu satpam yang bertugas di kawasan itu, Suryadi (60), menyatakan bahwa gedung itu tak boleh dimasuki orang luar karena masih dalam tahap penggarapan. Namun kemarin sedang libur sehingga kawasan tersebut sepi.

Menurutnya, gedung itu dalam masa pengerjaan tahap ketiga yang baru dimulai pada Juli lalu. Sementara tahap pertamanya dimulai pada 2013 silam.


"Kalau ada yang jaga, biasanya tidak boleh orang asing masuk sini," ujar Suryadi pada Surya Online. "Apalagi kalau sampai naik tangga. Soalnya berbahaya, bangunannya saja belum selesai."

Sementara Andi Irwanto (24), salah satu pekerja bangunan, juga menceritakan bahwa tak ada rekannya yang berjaga di tempat kejadian karena sedang libur Idul Adha. Para pekerja lebih banyak menghabiskan waktu di tempat peristirahatan yang disiapkan perusahaan.

"Hanya sekali atau dua kali saja keluar," ujarnya. "Kalau cari keperluan atau makanan." Di sisi lain, profesor bernama Drh Ngakan Ketut Laba Mahaputra ini diinformasikan memiliki penyakit infeksi kronis larva strongylus. Dia lahir di Gianyar 24 November 1952 dan merupakan seorang mualaf. Jenazah almarhum juga telah disalatkan di Masjid Asshakienah Arief Rahman Hakim sebelum dibawa ke Aula Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair, Jumat (25/9), untuk penghormatan terakhir.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!