Netter mengenang meninggalnya tujuh perwira tinggi militer Indonesia yang dibunuh.
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 September 2015 - 10:14 WIB
WowKeren - Hari ini (30/9), netter memperingati peristiwa berdarah pembantaian yang terjadi pada 30 September 1965. Netter mengenang meninggalnya tujuh perwira tinggi militer Indonesia yang dibunuh secara sadis dan dibuang di Lubang Buaya, Pondok Gede Jakarta.
Peringatan itu dilakukan netter dengan membuat topik #G30SPKI dan G 30 S di trending di Indonesia. Netter membuat cuitan yang mengecam kekejaman PKI atas kejadian berdarah tersebut.
mudah-mudahan kita tidak lupa dan belum pikun. klo hari ini diperingati #G30SPKI pic.twitter.com/044gdmdsMr
— antnz (@antonaconk) September 29, 2015
@BuhanPahuluan "darah itu merah jenderal " mari mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan #G30SPKI pic.twitter.com/aTdYCOaxKX
— dodysetiawan (@dodysheilagank) September 30, 2015
MENOLAK LUPA...!!!
https://t.co/g00glm2PrS
#biadab #g30spki #nkri #menolaklupa pic.twitter.com/8grP0G49hQ
— Galink (@irvangalink) September 29, 2015
Perayaan ini kian terasa karena kasus yang baru-baru ini terjadi di di Lumajang, Jawa Timur. Seorang aktivis pertambangan bernama Salim Kancil disebut mengalami penculikan penganiayaan yang sama kejinya di masa pembantaian 1965. Petani di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasiran, itu menolak penambangan pasir liar di wilayahnya. Namun dia berakhir tewas mengenaskan dengan leher hampir putus karena digorok gergaji oleh orang-orang yang berlawanan pendapat dengannya.
Selain Salim, 2 orang lainnya juga mengalami penganiayaan yakni Hamid dan Tosan. Penganiayaan kabarnya dilakukan oleh sekelompok orang yang disebut Tim 12.
(wk/)