Emisi yang dihasilkan dari kebakaran hutan tahun ini lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan terparah di tahun 2006 dan 1997.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 17 Oktober 2015 - 12:48 WIB
WowKeren - Hingga saat ini kebakaran hutan di wilayah Sumatera khususnya Riau masih belum menemukan titik temu kapan akan berakhir. Kabut asap yang kemudian ditumbulkannya pun telah menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Kebakaran hutan tersebut diperkirakan telah membuat Indonesia merugi sekitar Rp 188 triliun. Namun tak hanya itu saja, kabut asap juga telah merenggut beberapa nyawa warga yang tak berdosa.
Tahun ini sebanyak 94.192 titik api kebakaran hutan ditemukan di Indonesia. Emisi yang dihasilkan dari kebakaran tersebut kemudian diduga kuat menambah dampak pada pemasan global.
Dilansir dari Wanshington Post, Kamis (15/10), peneliti dari VU Universitas Amsterdam, Belanda, Guido van der Werf menyatakan sebanyak 995 juta metrik ton karbondioksida dihasilkan dari kebakaran hutan Indonesia. Hasil emisi tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2006 dan tahun 1997 dimana menjadi kebakaran hutan terparah yang pernah ada.
Sementara itu, pemerintah saat ini maih berupaya untuk menghentikan kebakaran hutan yang telah menelan korban tersebut. Sebagai negara tetangga, Jepang juga akan membantu Indonesia dengan memberikan 100 botol berisi zat kimia yang tiap botolnya mampu memadamkan 1000 meter persegi api dari hutan yang terbakar.
(wk/)