Beberapa waktu lalu, 'TBNH' dikritik karena menampilkan adegan pria dipukuli hingga berdarah serta melontarkan kata-kata kasar.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 17 Oktober 2015 - 18:14 WIB
WowKeren - Serial "Tukang Bubur Naik Haji" sudah tayang hingga sekitar 1780 episode. Mengalahkan "Cinta Fitri", "TBNH" yang dibintangi Andi Arsyil dan Ben Kasyafani itu juga meraih predikat Sinetron Indonesia dengan Episode Terpanjang sejak tayang perdana 28 Mei 2012.
Dalam rating TV per Jumat (16/10), "TBNH" juga naik dari peringkat 3 ke peringkat 2. Saat ini, "TBNH" hanya kalah unggul dari sinetron baru Steven William, "Anak Jalanan".
Namun meski meraih sukses, serial yang pernah meraih penghargaan Drama International di International Drama Festival Tokyo 2014 tersebut bukan tanpa kritikan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat sempat melayangkan teguran karena beberapa adegan kekerasan di sinetron itu.
Terbaru, KPI Pusat memprotes adegan aktor pria yang dipukuli wajahnya sampai berdarah dalam sinetron "TBNH" episode 21 September lalu. Dalam surat edaran yang rilis 7 Oktober, KPI Pusat menilai adegan itu cukup berbahaya dan berpotensi ditiru oleh penonton. Apalagi serial itu tayang pukul 19:39 WIB yang bukan di jam dewasa.
Selain itu, KPI juga mendapati adanya kata-kata kasar "Setan lo ya" di episode yang sama. Jika masih berulang, bukan tak mungkin "TBNH" akan diberikan sanksi penghentian sementara.
Sebelumnya, "TBNH" juga sudah mendapat teguran 12 Februari 2015 karena menampilkan secara eksplisit jenazah pria yang penuh luka dan membusuk. "Kami juga telah mengingatkan untuk tidak mengulangi kesalahan serupa pada pembinaan KPI Pusat terhadap program saudara. Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran," demikian peringatan dari KPI Pusat.
(wk/)