Berbagai faktor menjadi penyebab banyaknya jamaah yang meninggal saat ibadah haji.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Oktober 2015 - 07:54 WIB
WowKeren - Sudah banyak diketahui jika setiap musim haji, banyak jamaah yang selalu menjadi korban. Mulai dari luka ringan, berat bahkan meninggal.
Namun, tahun ini sepertinya menjadi musim haji dengan jumlah korban yang cukup banyak. Semakin mendekati hari pemulangan haji 26 Oktober mendatang, terungkap banyak jamaah asal Indonesia yang tidak bisa kembali dengan selamat.
Sebanyak 590 jamaah meninggal pada musim haji tahun ini. Jumlah tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.
"Sedangkan pada musim haji tahun lalu, jumlah jamaah haji yang meninggal hingga berakhirnya pemulangan ke Indonesia mencapai 278," ujar Kepala Seksi Data dan Sistem Komputerasisasi Haji (Siskohat) Daerah Kerja (Daker) Madinah, Nurhanuddin. "Jumlah ini sudah termasuk jamaah haji khusus yang meninggal, jamaah haji yang meninggal karena peristiwa Mina dan ambruknya crane di Masjidil Haram."
Dari jumlah tersebut terungkap, sebanyak 321 jamaah meninggal di Mekkah, 173 jamaah meninggal di Mina, 59 jamaah meninggal di Madinah. 28 jamaah meninggal di Arafah, 9 jamaah meninggal di Jeddah dan 12 lainnya adalah jamaah haji khusus yang meninggal selama prosesi haji.
Sementara untuk korban luka atau sakit hingga saat ini berjumlah 18 orang. 2 orang adalah korban tragedi Mina, 1 orang korban ambruknya crane dan 15 diantaranya adalah jamaah yang sakit saat proses haji.
Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr Mawari Edi mengungkap banyak hal yang menyebabkan musim haji selalu jatuh korban. Cuaca yang ekstrem, jumlah jamaah haji yang banyak dan kondisi tubuh yang kurang fit bisa jadi merupakan beberapa faktor penyebab.
(wk/)