Ida juga mengaku kalau dirinya memasak 3 ekor kucing langka tersebut dan dimakan bersama keluarganya.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Oktober 2015 - 09:24 WIB
WowKeren - Para pengguna media sosial tampaknya harus berhati-hati dalam mengunggah sesuatu. Pasalnya, terkadang foto ataupun postingan yang kita unggah bisa menjadi sesuatu yang kontroversial dan berujung menuai kecaman dari publik. Seperti inilah yang dialami oleh Ida Tri Susanti.
Mahasiswi Universitas Negeri Jember (UNEJ) tersebut mengunggah sebuah foto di Facebooknya. Bukan foto biasa, melainkan potret yang menampilkan hasil berburu kucing hutan atau yang disebut Felis Bengalensis yang mana termasuk binatang langka dan dilindungi negara.
Bahkan, ia dengan santai berpose bersama beberapa bangkai kucing hutan dan memamerkan wajah bahagianya di depan kamera. "Hasil buruan hari ini. Nyam... Nyam," tulis mahasiswi jurusan MIPA angkatan 2013 tersebut. Sontak, aksi Ida pun langsung menuai perhatian publik.
Lembaga ProFauna merasa sangat geram melihat aksi Ida yang justru dengan santainya menjawab dimana ia mendapatkan hasil buruan itu. ProFauna menjelaskan jika pelaku perburuan kucing hutan bisa diancam hukuman 5 tahun penjara karena merupakan hewan yang dilindungi.
Kini, Ida telah ditangkap dan diamankan oleh polisi. Ia membantah kalau kucing hutan itu adalah hasil buruannya. Kendati demikian, mahasiswi yang mengambil program studi Matematika itu justru mengaku kalau dirinya memasak 3 ekor kucing hutan tersebut dan dimakan bersama keluarganya.
"Saya nggak tahu kalau itu hewan dilindungi. Saya kira itu hewan yang biasa makan hewan ternak ayam. Makanya, kucing itu dimasak ibu saya kemudian kita makan bersama," katanya sambil tertunduk menyesal. "Sebenarnya saya memposting foto itu tidak ada niatan apa-apa, hanya iseng saja."
(wk/)